Home / Lamandau

Sabtu, 27 Maret 2021 - 13:03 WIB

Pemodal dan Pengedar Sabu Dibekuk Polisi

Ketiga tersangka saat diamankan di Mapolres Lamandau, Sabtu (27/3).

Ketiga tersangka saat diamankan di Mapolres Lamandau, Sabtu (27/3).

NANGA BULIK, KaltengEkspres.com – Anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lamandau meringkus jaringan pengedar narkoba jenis sabu di kota Nanga Bulik Kabupaten Lamandau.

Komplotan pelaku berjumlah tiga orang, bahkan satu seorang wanita yang berperan sebagai pemodal bisnis haram tersebut ditangkap Minggu (21/3) lalu.

Kasatreskrim Polres Lamandau AKP I Made Rudia mengatakan, penangkapan ini berawal saat pihaknya mendapat informasi dari masyarakat pada Minggu (21/3/2021) lalu, terkait adanya seorang pria bernama Yusua (34) mengedar sabu di kediamannya di Jalan WR Supratman, Rt 12 Kelurahan Nanga Bulik.

Setelah mendapat informasi tersebut anggota kemudian melakukan penyelidikan di rumah pelaku tersebut. Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB, anggota melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah pelaku ini.

Baca Juga :  Poin Kesepakatan PT FLTI dengan Warga Sekoban

“Dari hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti 4 paket sabu seberat 1,79 gram dan timbangan digital. Saat diintrogasi, tersangka Yusua Y Bangkan menyebut asal barang dan pemodalnya,”ungkap I Made, Sabtu (27/3).

Berbekal informasi tersebut, pihaknya melakukan pengembangan terhadap kasus dan menangkap seorang seorang wanita bernama Erika sekitar pukul 23.50 WIB, di sebuah barak di jalan Gaharu, 12 Kelurahan Nanga Bulik.

“Jadi tersangka Yusua ini setiap kali kalau butuh modal selalu meminjamnya kepada Erika dengan bunga tertentu. Dan Erika mengetahui bahwa uang tersebut dipergunakan untuk bisnis sabu,”jelas I Made.

Baca Juga :  MUI Diminta Dukung Program Strategis Pemerintah

Kasus kembali dikembangkan, dengan menangkap pelaku lainnya bernama Muhammad Faisial (31) sekira pukul 01.15 WIB, di losmen Samaliba Jalan A. Yani Kelurahan Nanga Bulik. Setelah itu ketiga tersangka langsung dibawa ke Mapolres Lamandau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Akibat perbuatanya ini, ketiga pelaku dijerat pasal 112 atau 114 Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (NK)

Share :

Baca Juga

Lamandau

Wabup Serahkan DPA dan DIPA Lamandau

Lamandau

Bupati Lamandau Raih Penghargaan MURIĀ 

Daerah

Peringatan Nuzulul Quran Wadah Intropeksi Diri

Daerah

Bupati Hendra Lesmana : Desa Harus Mandiri dan Sejahtera

Lamandau

Bupati Ajak Warga dan PT NAL Mediasi

Lamandau

18 Jamaah Calon Haji Lamandau Dipastikan Batal Berangkat

Daerah

Pemkab Lamandau Pacu Pelayanan Kesehatan

Daerah

Kegiatan Penyuluhan Sebagai Sarana Transfer Tekhnologi