Home / Kotim

Senin, 1 Februari 2021 - 14:33 WIB

Habitat Orangutan di Kotim Terancam Punah

Tim rescue saat mengevakuasi orangutan di Desa Lempuyang Minggu (31/1).

Tim rescue saat mengevakuasi orangutan di Desa Lempuyang Minggu (31/1).

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Sering diburu dan dirusak kawasan konservasinya, membuat keberadaan Orangutan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terancam punah.

Permasalahan ini yang cukup memprihatinkan, karena Orangutan merupakan salah satu satwa dilindungi dan menjadi kewajiban masyarakat bersama menjaga dan melestariannya.

“Kalau untuk di Kotim habitat orang hutan sudah sangat tipis, malahan bisa dibilang habis, kami mencatat pada seminggu diakhir bulan Januari sudah 3 ekor orangutan yang kita amankan.” Kata Komandan Pos Penjagaan BKSDA Sampit, Kalimantan Tengah, Muriansyah, Senin (01/2/2021).

Ia mengimbau kepada seluruh warga Kotim, turut membantu atau melaporkan jika melihat keberadaan orangutan baik itu disekitar pemukiman maupun perkebunan warga.

Jangan melakukan pembunuhan maupun memeliharannya, karena hewan tersebut juga cukup berbahaya menularkan penyakit seperti, Rabies, Hepatitis, Herfes, Flu maupun TBC.

Baca Juga :  Tipu Warga Hingga Ratusan Juta, Suami Istri Dibekuk Polisi

“Kalau ada warga yang berkebun dan melihat orangutan, segera melaporkan ke BKSDA Sampit, jangan dibunuh atau memeliharanya, karena bisa dikenakan undang-undangn Konservasi nomer 5 tahun 1990, bagi siapa saja yang memelihara, membunuh, melukai dan memperniagakan akan dikenakan sanksi pidana penjara 5 tahun dengan denda 100 juta,”tegasnya.

Sementara sebelumnya, pada Minggu (31/1/2021) kemarun, tim rescue dan BKSDA Pos Jaga Sampit, berhasil mengevakuasi 3 ekor orangutan didua tempat berbeda.

Pada siangnya tim berhasil menangkap 2 ekor orangutan yakni induk dan anaknya di kilometer 11 jalan Jenderal Sudirman Sampit-Pangkalan Bun, kemudian pada sore hari mereka berhasil mengamankan 1 ekornya lagi di Desa Lempuyang Kecamatan Teluk Sampit.

Baca Juga :  Nekat Jual Sabu, IRT Diringkus Polisi

“Kita telah berhasil menangkan 3 ekor, yakni dua ekor jantan dan satu ekor betina. Yang mana iduk betina berusia sekitar 20 tahun, dan anaknya kisaran 10 bulan. Sedangkan yang pejantan dewasa satunya umurnya sekitar 25 tahun,”paparnya

Ketiga ekor orangutan tersebut kini telah dibawa ke Pangkalan Bun Kabupaten Kobar, untuk dilepas mendapatkan perawatan dan kemudian dilepas liarkan ke Habitatnya.

“Kami BKSDA berterima kasih atas partisipasi warga di Km 11 dan juga Desa Lempuyang, yang turut membantu kami menangkap serta menginformasikan keberadaan orangutan tersebut,”tandasnya. (By)

Share :

Baca Juga

Kotim

Khatam Quran Bentuk Rasa Syukur Lancarnya Kegiatan TMMD

Kotim

Gubernur Kalteng Sindir Kepolisian Berantas Bandar Besar Narkoba di Kotim

Kotim

Buruh Bongkar Muat Nekat Gantung Diri

Kotim

Rumah Warga Tanah Mas Hangus Terbakar

Kotim

Korsleting Listrik, Kios Pedagang di Parenggean Terbakar

Kotim

ABK Ditemukan Tewas di dalam Kapal

Kotim

Poskesdes Desa Rubung Buyung Diamuk Jago Merah

Kotim

Mediasi Hingga Larut Malam, Sengketa Lahan Antara Warga Sebabi dan PT SSM Berakhir Kesepakatan