Home / Metro Palangka Raya

Sabtu, 20 Februari 2021 - 16:45 WIB

Bachtiar Melawan, Siapkan 15 Kuasa Hukum

Bachtiar Efendi bersama rombongan kuasa hukumnya saat jumpa pers dengan awak media, Sabtu (20/2).

Bachtiar Efendi bersama rombongan kuasa hukumnya saat jumpa pers dengan awak media, Sabtu (20/2).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Kasus dugaan tindak pidana penggelapan yang melibatkan seorang pengacara kondang Kalimantan Tengah bernama Bachtiar Efendi terus berbuntut panjang.

Dalam perkara ini sebagai bentuk perlawanan, Bachtiar Efendi menyiapkan 15 orang kuasa hukum untuk melakukan pembelaan sekaligus melaporkan balik lawannya.

Hal ini diungkapkan Bachtiar Effendi saat di wawancarai sejumlah awak media di kantornya di Jalan Beliang Induk Kota Palangka Raya, Sabtu (20/2/2021).

Bachtiar mengatakan, dalam waktu secepatnya 15 orang kuasa hukum yang mendampinginya akan melaporkan balik Martiasi Gawei terkait UU ITE dan Kode etik profesi pengacara.

“Sampai saat ini belum ada kabar tentang pengalihan status atau penetapan tersangka dari pihak Ditreskrimum Polda Kalteng atas laporan dari Martiasi Gawei,” kata Bachtiar.

Sebelumnya pihak Martiasi Gawei dan tim kuasa hukumnya melaporkan Bachtiar Effendi ke Polda Kalteng dengan tuduhan penggelapan sebuah cek yang bernilai jutaan rupiah.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Kalteng Pimpin Upacara Peringati HSP

“Dari pihak penyidik Ditreskrimum Polda melayangkan surat panggilan pada Oktober 2020 lalu, sebagai saksi dan datang sesuai panggilan,”ungkap Bachtiar.

Dirinya mengetahui bahwa adanya pengalihan status yang menyebutkan bahwa dirinya sebagai tersangka setelah membaca di beberapa media baik cetak maupun online.

“Saya juga kaget kok sudah dijadikan tersangka, padahal belum menerima surat pemberitahuan dari pihak Ditreskrimum terkait penetapan sebagai tersangka,”jelasnya.

Menurutnya, pernyataan pihak pelapor Martiasi Gawei dan tim kuasa hukumnya saat jumpa pers menyebutkan penetapan tersangka terhadap dirinya itu tidak benar.

Bahkan tidak prosedural serta telah mendahului pihak kepolisian sehingga berpotensi membunuh karakter, karena pengalihan status tersangka itu adalah kewenangan penyidik.

Baca Juga :  Giat Razia, Puluhan Pengendara Digeledah Polisi

“Kita akan kaji kembali dan akan melaporkan ke pihak kepolisian karena telah mencemarkan nama baik saya dan pembunuhan karakter serta dugaan pelanggaran UU ITE yang dilakukan pelapor,”imbuhnya.

Bachtiar menambahkan, kasus ini dengan dugaan telah melakukan penggelapan berawal saat Martiasi Gawei sebagai pemborong saat merehab bangunan di gedung KONI Kota Palangka. Martiasi Gawei meminjam perusahaan seseorang agar mendapatkan pekerjaan di tahun 2018 lalu.

“Untuk penetapan tersangka itu kewenangan dari penyidik dan harus mempunyai dua alat bukti yang kuat, karena itu kita akan melaporkan Martiasi Gawei dan kuasa hukumnya atas dugaan pelanggaran UU ITE ke Dewan kehormatan profesi karena diduga melanggar kode etik profesi,”tegas Bachtiar. (am)

Share :

Baca Juga

DPRD Kota

Komisi C Belajar Penanganan Gepeng ke DPRD Banjar

Metro Palangka Raya

Tak Terbukti Bersalah, 9 Orang Ofisial Dibebaskan Tim Satgas

DPRD Kota

Dewan Dukung Dibukanya Layanan Oksigen Gratis Bagi Masyarakat

DPRD Kota

Anak Harus Diajarkan Empati Sejak Dini

DPRD Kota

Peredaran Rokok Terkesan Tanpa Pengawasan

Metro Palangka Raya

Tim Satgas Patroli Sambangi THM

Metro Palangka Raya

6 Kelurahan Zona Merah Covid-19

Metro Palangka Raya

Positif Konsumsi Sabu, Oknum Anggota Polisi Dipidana