Home / Lintas Kalimantan

Senin, 18 Januari 2021 - 10:42 WIB

Relawan HSU Bantu Korban Banjir Kecamatan Hantakan

Sejumlah relawan saat mengangkut bantuan ke lokasi korban bencana banjir di HST.

Sejumlah relawan saat mengangkut bantuan ke lokasi korban bencana banjir di HST.

AMUNTAI, KaltengEkspres.com – banjir bandang yang menyapu beberapa desa di kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) membuat para relawan dari kabupaten tetangga yaitu dari Hulu Sungai Utara (HSU) tergerak hati untuk memberikan bantuan korban banjir pada Minggu(17/1/2021).

Henny Susanti seorang relawan muda dari Desa Keuangan Kecamatan Amuntai Utara, menceritakan, bahwa dia bersama para relawan yang berjumlah 20 orang menggunakan 5 buah mobil dengan membawa bantuan berupa makanan siap saji, obat obatan, pakaian, lilin, dan pakaian bayi dengan tujuan Desa Datar Ajab, namun karena kondisi medan yang sangat berat,mobil hanya bisa sampai di desa Alat kemudian berjalan kaki ke desa Arangani.

“Medan yang kami lalui sangat berat, yaitu berjalan kaki sejauh 3 km ke desa Arangani melewati jalan berlumpur, kami berpegangan di ranting pohon dan baju yang diikat untuk berpegangan, dan jika terpeleset bisa jatuh ke jurang yang dibawahnya ada batu dan sungai, jadi kami melewati gunung,”ungkap Henny Susanti, Senin (18/1/2021).

Sesampai di desa Arangani, pihaknya tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan ke desa Datar Ajab yang jaraknya 7 kilometer dan merupakan desa terparah diterjang banjir bandang. Untunglah ada warga desa Datar Ajab yang turun untuk meminta bantuan ke desa Arangani yang menurut warga Datar Ajab perjalanan yang mereka tempuh sejak jam 8:00 WITA baru tiba jam 14.00 WITA.

Warga desa Datar Ajab jelas Henny susanti dikabarkan sudah 2 hari tidak makan karena tidak ada makanan dan bantuan yang datang. Mereka mengharapkan bantuan segera berupa makanan, pakaian dan obat-obatan.

Baca Juga :  Haji Denny Makan Siang Bersama Ratusan Karyawan TKBM Pelabuhan

Hal yang sama juga disampaikan oleh Erwansyah salah satu relawan dari Desa Teluk Daun, Kecamatan Amuntai Utara. Ia menjelaskan, relawan HSU yang berangkat ini berjumlah sebanyak 25 orang, menggunakan 3 buah mobil, 1 Mobil ambulance, 2 mobil pick Up, 3 mobil Box , dengan membawa mie instan, nasi bungkus, popok bayi, pembalut wanita, sabun, sikat gigi,odol,obat nyamuk,lilin, korek api, kue kering dan baju bekas.

Menurut Erwansyah, medan yang dilewati tidak bisa dilewati dengan mobil, jadi mereka berjalan kaki sekitar 3 km, yakni di Desa Alat.

“Saya sempat berbincang- bincang dengan warga disana, menanyakan apakah pemerintah sudah sampai di di Desa Alat. Kata warga sampai sekarang belum ada,” cerita Erwansyah ,Senin(18/1/2021).

Desa kedua yang kami datangi desa Waki ,medan yang tidak bisa dilewati dengan mobil,hanya bisa dilewati perahu karet dengan jarak sekitar 500 meter,untuk menyalurkan bantuan.

“Sampai- sampai kami berenang membawa bingkisan yang akan kami serahkan kepada penduduk di desa waki. Peralatan yang kami gunakan untuk menyebarangkan sembako, perahu karet, pelampung besar, perahu plastik,” beber Erwansyah.

Sementara itu cagub Kalsel H Denny Indrayana dalam kunjungan menjenguk korban banjir ke Hulu Sungai Tengah, Minggu(17/1/2021) mengatakan, bahwa masyarakat turun membantu, relawan juga banyak membuka dapur dapur umum sehingga kebutuhan kebutuhan terkait dengan konsumsi dan sejenisnya mudahan mulai teratasi.

Baca Juga :  KPU Kalteng Targetkan 79 Persen Partisipasi Pemilih

Meski demikian di beberapa titik diperlukan evakuasi karena daerah-daerah yang tidak terjangkau hanya dengan kendaraan biasa, diperlukan perahu perahu karet dan perlu juga dipertimbangkan evakuasi melalui udara di beberapa titik.

“Saya khawatir ada wilayah-wilayah yang belum terjangkau dan tidak bisa berkomunikasi karena di beberapa tempat listrik dimatikan seperti di Barabai ini , sekarang kami kesulitan berkomunikasi baik dengan kerabat maupun dengan rekan sudah relawan karena listriknya di sana memang dimatikan dan sinyal kelihatannya juga tidak ada di sekitaran Hulu sungai Tengah karena itu tentu sudah dipikirkan oleh pihak-pihak terkait agar segera melakukan langkah langkah evakuasi pemantauan melalui udara,” beber Wamenkumham era presiden SBY ini.

Haji Denny mengaku khawatir ada beberapa wilayah yang belum mendapatkan bantuan tidak hanya supply Logistics tapi juga kebutuhan untuk mengevakuasi penyelamatan jiwa di beberapa wilayah yang memang tidak bisa dijangkau hanya melalui jalur darat atau bahkan hanya melalui perahu perahu karet

“Saya mengirimkan pesan ini untuk bisa didengar oleh yang mempunyai kewenangan dan juga alat-alat karena kelihatannya ini masih akan perlu penanganan agak panjang
kita berdoa saja supaya tidak ada lagi turun hujan,”ujarnya.

“Sepanjang pengetahuan kami ini banjir yang paling parah di Kalimantan Selatan dan dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk menanganinya secara koordinatif dan secara efektif.” tambah Haji Denny. (yan)

Share :

Baca Juga

Lintas Kalimantan

Haji Denny Laporkan Paslon 1 ke Bawaslu Atas Dugaan 107 Pelanggaran Pemilu

Lintas Kalimantan

Relawan Haji Denny-Difri Balangan Sumbang Korban Kebakaran

Lintas Kalimantan

Asosiasi Sales Indonesia (ASI) Kalsel Dukung Haji Denny-Difri

Lintas Kalimantan

Mesin Pemenangan DPD Demokrat Kalsel Siap Tempur Menangkan Haji Denny

Lintas Kalimantan

Diserang Buzzer Bayaran, Denny Indrayana: Alhamdulillah

Lintas Kalimantan

Babak Belur!! Maling Motor Diamuk Masa

Lintas Kalimantan

Mantap! Haji Denny Silaturahmi ke Beberapa Tuan Guru di HSS

Lintas Kalimantan

H Difriadi Hadiri Maulid di Karang Anyar
error: Content is protected !!