Home / DPRD Kotim

Rabu, 6 Januari 2021 - 15:49 WIB

Pengangguran Lebih Banyak di Kota Ketimbang di Desa

Wakil Ketua DPRD Kotim Rudianur.

Wakil Ketua DPRD Kotim Rudianur.

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Memperbanyak lapangan pekerjaan, merupakan upaya yang tepat untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terutama ditengah Pandemi Covid-19 ini.

Wakil Ketua DPRD Kotim Rudianur, menilai bahwa salah satu penyebab tingginya tingkat pengangguran dan angka kemiskinan di Kotim, karena masih kurangnya lapangan kerja, khususnya pada penduduk lokal.

“Kita ingin pemerintah menekan tingkat kemiskinan dengan menyediakan lapangan pekerjaan lebih banyak lagi, apalagi ditengah pandemi ini. Kalau tingkat pengangguran berkurang, kesejahteraan masyarakat akan terjamin, dan tingkat kriminalitas pun pasti berkurang”ungkap Rudi, Rabu (06/01/2021).

Ia juga mengajak pada masyarakat Kotim, khususnya yang tinggal di perkotaan agar tidak terpaku dan berpikir mencari pekerjaan saja, namun bagaimana lebih kreatif menciptakan serta membuka lapangan pekerjaan sendiri. Sebab, selain menguntungkan untik diri pribadi, namun juga membuka peluang bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

Baca Juga :  Antisipasi Kemarau, Dewan Sarankan Pemkab Kotim Buat Sumur Bor 

“Memang pola pikir masyarakat juga perlu diubah agar lebih kreatif dan jeli bagaimana menciptakan lapangan kerja mereka sendiri, apalagi pada persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kalau tidak ada motivasi untuk memperkaya diri dengan keterampilan, maka kita akan tertinggal dan tidak mampu bersaing,” katanya.

Mengurangi angka kemiskinan merupakan salah satu program yang digalakkan oleh Pemerintah Daerah, seperti menfokuskan pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sehingga siswa lulusan dari sekolah itu diharapkan memiliki keahlian khusus dibidang masing-masing, karena mereka mendapatkan bekal yang mampu digunakan untuk mencari pekerjaan atau pun menyediakan pekerjaan untuk diri sendiri.

Baca Juga :  Perda Retrebusi Daerah Dinilai Sudah Tak Relevan

“Banyak yang berpikiran masyarakat di Pedesaanlah yang diidentikkan dengan kemiskinan, menurut pandangan saya salah, justru merekalah yang mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dengan bekerja individu ataupun kelompok dibandingkan dengan masyarakat di Kota,” ucapnya.

Masyarakat di Pedesaan juga memiliki aset berupa lahan pertanian serta perkebunan, sehingga bukan hanya mereka dapat menciptakan pekerjaan untuk dirinya sendiri, namun juga bisa pada orang lain. Sementara yang diperkotaan dengan jumlah penduduk cukup padat memiliki lapangan pekerjaan yang sedikit.

“Masalah ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah bagaimana membuka peluang kerja untuk masyarakat, agar keinginan pemerintah menekan tingkat pengangguran dan menurunkan tingkat kemiskinan bisa tercapai,” tandasnya (boy)

Share :

Baca Juga

DPRD Kotim

Dewan Pertanyakan Komitmen Penertiban ODOL

DPRD Kotim

DPRD Kotim Sampaikan Hasil Rapat Kompilasi RAPBD Perubahan 2022

DPRD Kotim

Dewan Sebut PT. KMA Garap Kawasan Hutan Tanpa Izin

DPRD Kotim

Memei Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

DPRD Kotim

Ketua DPRD Kotim Apresiasi Produk UKM Kotim

DPRD Kotim

Musim Penghujan, Dewan Imbau Masyarakat Waspada DBD

DPRD Kotim

Kasus Ijazah Palsu Jadi Pelajaran

DPRD Kotim

Dewan Dukung Rotasi dan Promosi Jabatan ASN