



Buntok,KaltengEkspres.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mewakili Kalimantan Tengah dan regional Kalimantan dalam pembahasan konsep program penyediaan air minum dan sanitasi perdesaan pasca program pamsimas III di Direktorat Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Kegiatan rapat pembahasan konsep program penyediaan air minum dan sanitasi perdesaan pasca program pamsimas III ini dimaksudkan untuk menghimpun pendapat dan masukan dari para stakeholder terkait sebagai bahan rekomendasi dan pengambilan keputusan lebih lanjut dalam rangka keberlanjutan program pamsimas ke depannya” kata Kepala Bappeda Barsel Drs.H.Jumadi melalui Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Eddy Hariyadi, ST, MT kepada Kalteng Ekspres.com Sabtu (11/12/2020).
Ia membenarkan, program pamsimas adalah program unggulan dari pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat khususnya di perdesaan, yang telah dimulai dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2021 mendatang.
“Dalam upaya menyamakan persepsi para pemangku kepentingan baik pusat maupun daerah terhadap pencapaian program pamsimas menuju target Universal Acces 100-0-100 (100% air minum, 0 kawasan kumuh, 100% sanitasi), maka dilakukan diskusi serta evaluasi secara menyeluruh terkait aspek-aspek manajerial dalam pengelolaan pamsimas di daerah, mulai tahap persiapan/perencanaan, pelaksanaan, dan pasca konstruksi kaitannya dengan pemeliharaan dan pengelolaan infrastruktur terbangun” bebernya.
Lebih lanjut disampaikannya, dari hasil diskusi yang dilakukan ada 2 (dua) prinsip yang akan akan terus dikedepankan dalam menjaga konsep keberlanjutan program penyediaan air minum dan sanitasi perdesaan pasca program pamsimas ini, yaitu kolaborasi dan desentralisasi.
Kolaborasi dalam hal kerjasama lebih erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam payung regulasi yang tegas dan proporsional, serta desentralisasi dalam arti pemerintah daerah diberikan peran lebih luas.
“Dalam program ini ke depan, khususnya pemeliharaan dan pengelolaan infrastruktur yang telah dibangun dengan melibatkan pemerintahan desa sehingga aspek keberlanjutan dr program ini dapat terus terjaga” jelasnya.
Masih dikatakan Eddy Hariyadi, dirinya merasa bangga Barsel bisa menjadi satu-satunya perwakilan Kalimantan Tengah dan regional kalimantan dalam kegiatan tersebut.
“Selain kita Barsel, rapat juga diikuti perwakilan dari regional Sumatra Sulawesi, Nusa Tenggara, Jawa dan Bali. Narasumber kegiatan berasal dari unsur kementerian PUPR, Bappenas, Kemendagri, kemendesPDT serta pihak konsultan pendamping,” tandasnya (rif).