Home / Kotim / Nasional

Jumat, 23 Oktober 2020 - 18:56 WIB

Meski Diterpa Pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan Tetap Beri Pelayanan Terbaik

IST - Arif selaku moderator (kanan) dan Andayani Budi Lestari (tengah) serta pemateri dan Sebelah kiri Tulus Abadi dari YKLI saat jadi pemateri workshop Jumat (23/10).

IST - Arif selaku moderator (kanan) dan Andayani Budi Lestari (tengah) serta pemateri dan Sebelah kiri Tulus Abadi dari YKLI saat jadi pemateri workshop Jumat (23/10).

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Hari kedua kegiatan Media Workshop dan Anugerah Lomba Jurnalistik 2020 yang dilaksanakan di Kantor BPJS Kesehatan Pusat Jakarta, Jum’at (23/10/2020), semakin menarik dari hari pertama. Narasumber pada kegiatan hari kedua ini diantaranya dari BPJS Kesehatan Pusat Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta Andayani Budi Lestari, anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Muttaqien, dan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.

Mengangkat tema Optimalisasi Layanan Jaminan Kesehatan di Era Covid -19, workshop hari terakhir ini ditutup dengan penyerahan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik.

Selaku penyelenggara Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan terus berusaha mengoptimalkan pelayanan di tengah pandemi Covid-19. Kendati demikian, kinerja BPJS Kesehatan tetap memperoleh pencapaian positif di tengah dinamika program khususnya melanda sustainability dana jaminan kesehatan. Bahkan, di tahun 2020 ini, program BPJS Kesehatan juga tak lepas dari terpaan pandemi Covid-19.

Muttaqien selaku pemateri mengatakan, bahwa program JKN-KIS ini telah memberikan manfaat kepada rakyat Indonesia, namun harus terus diperbaiki. Lantaran JKN-KIS memberikan jaminan sepenuhnya kebutuhan dasar hidup yang layak kepada peserta/masyarakat.

“Artinya bahwa negara hadir untuk perlindungan rakyatnya. Pada tahun 2020 ini BPJS Kesehatan mengalami surplus, tunggakan di beberapa rumah sakit telah dilakukan pelunasan, jadi perbaikan masih harus terus dilakukan,” katanya.

Baca Juga :  Diduga Laka Tunggal, Warga Jaya Kelapa Ditemukan Tewas Membusuk

Selanjutnya tambah dia, bahwa rawat inap tingkat lanjut di rumah sakit setiap tahunnya semakin meningkat kalau dilihat dari data tahun 2014, rawat inap tingkat lanjut menghabiskan dana Rp. 25,2 triliun, dan terjadi peningkatan luar biasa pada tahun 2019 akhir menghabiskan dana Rp. 60,2 triliun.

Sementara itu, Andayani Budi Lestari Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta mengatakan, bahwa jumlah peserta JKN-KIS per 1 Oktober 2020 sudah sebanyak 223.059.270 jiwa atau 83 % total dari seluruh penduduk indonesia yang telah menjadi peserta JKN-KIS.

Jumlah peserta ini lanjut dia, terus tumbuh secara terus menerus setiap tahunnya. BPJS Kesehatan juga memberi kemudahan layanan difasilitas kesehatan dan memberikan kemudahan layanan administrasi, informasi serta pengaduan.

“Kemudahan layanan primer di masa Pandemi Covid-19 yaitu dengan skrining mandiri, covid-19, antrian online dan konsultasi dokter. Konsultasi ke dokter untuk peserta sangat bermanfaat memberikan kepastian layanan, akses layanan di FKTP sehingga menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih pasti dan status kesehatan terpantau dan terkontrol khususnya pasien kronis ,sedangkan manfaat bagi FKTP mendukung upaya pencegahan penularan Covid-19, memberi kemudahan akses layanan bagi peserta dan kemudahan pemantauan kesehatan pasien (khususnya pasien kronis),”ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Minta Bupati Tak Khawatirkan Masalah Status Kawasan

Andayani menjelaskan, bahwa program keringanan pembayaran tunggakan JKN ( relaksasi tunggakan) berdasarkan Perpres 64/2020 pasal 42 ayat 3a dan 3b bertujuan, untuk memberikan keringanan pembayaran tunggakan bagi peserta PBPU dan PPU BU yang memiliki tunggakan lebih dari 6 bulan tunggakan iuran dengan sisa tunggakan yang wajib dilunasi paling lambat Desember 2021.

“Berdasarkan data sampai 9 Oktober 2020 telah dimanfaatkan oleh 447 Badan Usaha dan 85.482 peserta mandiri,”ucapnya.

Sedangkan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi berharap di masa pandemi Covid-19 ini jangan dijadikan alasan menurunkan standar pelayanan dan keandalan pelayanan faskes. Menurut dia, manajemen faskes justru harus mewujudkan standar pelayanan yang prima,guna menjamin patient safety, pelayanan berbasis digital /online menjadi keniscayaan, sebagai wujud disruptif dibidang kesehatan.

“Pelayanan berbasis digital bisa dijadikan instrumen untuk mewujudkan aspek preventif promotif yang lebih masif dan diperlukan pemenuhan prasyarat untuk mewujudkan pelayanan berbasis digital/online,” paparnya. (ard/adv)

Share :

Baca Juga

Kotim

Harga Ayam Potong Capai 40 Ribu Perkilo

Kotim

Dua Kelotok Tabrakan, Satu Orang Meninggal

Nasional

Bayar Iuran JKN-KIS Makin Praktis dengan Autodebit

Kotim

Lima Bulan Buron, Perampok Jalan Poros Tualan Dibekuk Polisi

Kotim

Dua Kurir Sabu Kotim Ditangkap Polisi

Kotim

Dukcapil dan KPU Kotim Jemput Bola Pemilih Milenial

Kotim

Terjaring Tes Urin, Empat Orang Sopir dan Helper Positif Narkoba Diamankan Polisi

Nasional

20 Pria Bersamurai Rampok Rumah Mewah, 6 Orang Penghuni Disekap