Home / DPRD Provinsi Kalteng / Metro Palangka Raya

Senin, 31 Agustus 2020 - 13:12 WIB

Aliansi Dayak Bersatu Menolak Masuknya Transmigrasi dari Luar Kalteng

Ketua DPRD Kalteng Wiyatno, pada saat menerima tuntutan Aliansi Dayak Bersatu, Senin (31/8/2020). Foto : Ra

Ketua DPRD Kalteng Wiyatno, pada saat menerima tuntutan Aliansi Dayak Bersatu, Senin (31/8/2020). Foto : Ra

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Dayak Bersatu (ADB) menggelar aksi di depan halaman Kantor DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (31/8/2020) pagi.

Aksi yang dipimpin Kordinator Lapangan (Korlap) Yusuf Roni Hunkin Huke, menolak terkait adanya rencana pemerintah untuk menempatkan ribuan warga transmigrasi baru dari luar Provinsi Kalteng di sejumlah Kabupaten, yang dimulai pada tahun 2021 mendatang.

Dalam kesempatan itu, Juru Bicara ADB, Ingkit Beny Sam Djaper, menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kalangan DPRD Kalteng, untuk disampaikan ke Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Adapun tuntutan ADB, antara lain dengan tegas menolak penempatan warga transmigrasi baru dari luar Provinsi Kalteng, menuntut moratorium kembali dan atau menghentikan penempatan transmigrasi dari luar Bumi Tambun Bungai untuk selama-lamanya, mendesak pelibatan Masyarakat Dayak dalam pengelolaan program ketahanan pangan Food Estate secara terstruktur, sistematis, dan masif, serta menuntut dilakukan revitalisasi dan optimalisasi eks lahan transmigrasi yang gagal dan terbengkalai di Provinsi Kalteng.

“Penolakan tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi kerawanan konflik, kecemburuan sosial, dan penggerusan budaya masyarakat Dayak yang terjadi secara terus-menerus serta berkelanjutan. Kami mohon, ini dapat disampaikan dan ditindaklanjuti segera,” kata Ingkit.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Bentuk Pansus Raperda Cagar Budaya

Sementara itu, rombongan ADB disambut langsung oleh Ketua DPRD Kalteng Wiyatno, yang didampingi oleh Jainudin Karim, Fajar Hariadi, H. Purman Jaya, dan Lohing Simon.

Baca Juga :  Maksimalkan Layanan Berbasis Digital di OPD

Wiyatno mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik kedatangan rombongan ADB, serta akan berusaha menyampaikan dan mencari solusi terbaik, agar sejumlah keluhan dan aspirasi masyarakat adat dayak, bisa mendapatkan tindaklanjut.

“Aspirasi sudah kita terima dan selanjutnya akan kita tindaklanjuti. Ada sejumlah poin penting yang disampaikan oleh mereka, intinya mereka meminta agar terciptanya pembangunan yang berkeadilan untuk semuanya, yang tidak ada keberpihakan terhadap golongan tertentu,” kata Wiyatno. (Ra)

Share :

Baca Juga

Lintas Kalimantan

Lebih Efisien, PT Medco Pilih Listrik PLN Sebagai Solusi Energi

Metro Palangka Raya

Festival Tambun Bungai, Ajang Kenalkan Budaya Kalteng

Metro Palangka Raya

Diduga Korban Pembunuhan, Idrus Ditemukan Tewas di Tepi Sungai

Metro Palangka Raya

Nahas, Bocah 14 Tahun Tenggelam di Sungai Kahayan

Metro Palangka Raya

Cegah Virus Corona, Car Free Day Ditiadakan Sementara

DPRD Kota

Dewan Ingatkan Pemko Realisasi Hasil Reses

Metro Palangka Raya

PLN dan Himbara Sinergi Permudah Masyarakat Miliki Motlis

Metro Palangka Raya

Kebijakan PDAM Dianggap Menghambat Penanganan Karhutla