Home / Metro Palangka Raya

Senin, 27 Juli 2020 - 09:32 WIB

Dua Sopir Pemalsu Surat Keterangan Rapid Test Ditetapkan Tersangka

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Dua sopir truk pemalsu surat keterangan rapid test resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polresta Palangka Raya.Keduanya ditetapkan tersangka setelah menjalani pemeriksaan.

AD dan AM sebelumnya tertangkap petugas Pos Lintas Batas di pos penjagaan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya pada, Kamis (16/7/2020) lalu.

Berdasarkan alat bukti dari pemeriksaan saksi ketiga temannya dan keterangan dari pihak perusahaan, keduanya terbukti bersalah.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasatreskrim Kompol Todoan Agung mengatakan, dari hasil pemeriksan tersangka AM berperan sebagai pembuat surat keterangan rapid tes palsu.

Baca Juga :  Alumni AKPOL 1998 Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Masker

“Pemalsuan dilakukan dengan menscanning surat rapid tes asli yang pernah dilakukan sebelumnya,”kata Kompol Todoan Agung, Senin (27/7/2020) pagi.

Sementara itu tersangka AD bertugas membagikan surat keterangan rapid test palsu terhadap beberapa sopir yang lainnya yang dititipkan kepada AM.

Dijelaskannya Todoan, kedua tersangka ini sudah ditahan di Polresta Palangka Raya, sedangkan SU,MH dan ABM berstatus sebagai saksi.

“Penyidikan pemalsuan keterangan rapid test ditangani secara intensif karena sesuai dengan instruksi dari Kapolri dan kapolda Kalteng,”ungkap Todoan.

Diketahui sebelumnya, tersangka AM mengaku membuat surat rapid test ini pada tanggal (7/6/2020) lalu dengan membaawa empat karyawannya ke rumah sakit Siloam agar dilakukan rapid test.

Baca Juga :  Tawuran Dua Kelompok Mahasiswa Dipicu Masalah Perempuan

Setelah itu tiga hari kemudian tersangka AM mempunyai cara untuk melakukan scanner surat keterangan yang asli setelah satu minggu dengan berbagai cara berhasil membuat surat rapid test palsu yang berlogo mirip surat keterangan aslinya dari Rumah sakit Siloam.

“Jadi cara ini adalah ide dari tersangka untuk membuat surat keterangan rapid test palsu lantaran keterbatasan anggaran karena setiap sopir wajib memiliki surat keterangan rapid test,”tandasnya. (am)

Share :

Baca Juga

Metro Palangka Raya

Penyakit Kambuh, Tahanan Kasus Narkoba Meninggal Dunia

Metro Palangka Raya

Penadah Sepeda Motor Diciduk Polisi

DPRD Kota

Dewan Kota Apresiasi Pemecahan Rekor Muri Gemu Famire

Metro Palangka Raya

Bawa Sabu, Dua Pedagang Ikan Disergap Polisi

DPRD Kota

Masyarakat Diminta Konsumsi Ikan Untuk Cegah Stunting

Metro Palangka Raya

Sebanyak 848 Pekerja di Kalteng di Rumahkan

Metro Palangka Raya

Mobil APV Hantam Traffick Light Jalan Garuda

DPRD Kota

Dewan Apresiasi Kesiapan Polda Kalteng dalam Pengamanan Pemilu 2019