Legislator Dukung Pulpis dan Kapuas Jadi Lokasi Food Estate

wakil rakyat dapil V, yang meliputi Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, Ir. H. Muhajirin. Foto : Ra

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Dijadikannya kembali Eks PLG di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas sebagai lokasi Food Estate oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mendapat tanggapan dari wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) V, yang meliputi Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, Ir. H. Muhajirin.

Dirinya mendukung penuh upaya pemerintah dalam mencanangkan kembali dua kabupaten tersebut sebagai Lumbung Padi Nasional. Namun, yang perlu menjadi perhatian pemerintah, yakni sistem pengairan di lokasi tersebut. Pasalnya permasalahan yang kerap terjadi, pada saat debit air di Sungai Barito naik, dua Kabupaten tersebut kerap terendam banjir. Sehingga para petani mengalami gagal panen.

“Pada intinya kita mendukung atas dicanangkannya kembali Eks PLG di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas sebagai Lumbung Padi Nasional. Tapi tolong pemerintah harus dapat memperhatikan tata airnya dulu. Pasalnya kalau Sungai Barito itu naik, itu banjirnya masuk ke PLG, Banyak petani itu gagal panen karena kebanjiran. Kan pemerintah tinggal mencari bendungan mana yang menyebabkan air itu masuk ke sana,” kata Muhajirin, Selasa (30/6/2020).

Lebih lanjut dikatakan, selain itu pemerintah juga harus mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang yang memadai bagi para petani. Seperti memberikan fasilitas alat mesin pertanian (Alsintan) yang modern, pemberian bibit unggul, serta penyaluran pupuk yang tepat waktu dan tepat sasaran. Sehingga, hasil produksi para petani dapat maksimal.

“Ya program yang perlu dilakukan dis ana, pertanian modern. Artinya jangan sampai petani menggunakan cangkul, semuanya menggunakan alat-alat mekanisasi pertanian modern. Kan tidak zamannya lagi sekarang menggunakan cangkul. Kalau memang ingin meningkatkan hasil produksi, pemerintah harus menanganinya dengan serius dan tidak setengah-setengah,” ucapnya. (Ra)

Berita Terkait