Home / Kobar

Selasa, 2 Juni 2020 - 15:14 WIB

Ironis, Usai Diumumkan 6 Orang Positif Covid-19, Warga Desa di Kobar Ini Dikucilkan

Kades Sei Kapitan Mulkan.

Kades Sei Kapitan Mulkan.

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com –  Sungguh ironis yang dialami warga Desa Sungai Kapitan Kecamatan Kumai. Usai diumumkan ada 6 orang warga desa setempat positif terpapar Covid-19, warga lainnya terkena imbas mendapat perlakuan diskriminatif yakni dijauh oleh masyarakat dari desa lainnya.

“Saya mendapatkan laporan dari warga, bahwa mereka dijauhi oleh warga dari desa lainnya, setelah mengetahui bahwa yang bersangkutan dari Desa Sungai Kapitan,”ungkap Kades Sungai Kapitan Mulkan kepada Kalteng Ekspres.com Selasa (2/6/2020).

Baca Juga :  Tim Gugus Tugas Covid-19 Pastikan Baru Satu Pasien Positif Corona di Kobar

Menurut dia, sangat disayangkan saat ini masih ada masyarakat yang berpikiran negatif terhadap warga desanya. Padahal yang positif Covid-19 di desa setempat hanya 6 orang. Bukan seluruh warga desa setempat.

“Saya mengajak masyarakat untuk memahami kondisi saat ini. Jangan sampai hanya beberapa orang terkena positif Covid-19, imbas seluruh warga desa saya dikucilkan. Seharusnya saat ini kita memberikan dukungan dan suport bagi warga yang positif agar semangat melawan covid bukan sebaliknya,”ujar Mulkan.

Baca Juga :  Mulai April, DPC PDIP Kobar Buka Pendaftaran Bakal Caleg 2019

Terkait dengan adanya warga yang meninggal dunia setelah di nyatakan positif corona, Mulkan menjelaskan, bahwa almarhum saat itu juga memiliki penyakit jantung dan penyakit lainya. (wir)

Share :

Baca Juga

Kobar

Sejumlah Tempat Umum di Kumai Disemprot Disinfektan

Kobar

Wow..Sebelas Hari, Giat Operasi Zebra Jaring 1.191 Pelanggar

Kobar

Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 RSSI Pangkalan Bun Menjadi 4 Orang

Kobar

Disdukcapil Musnahkan 13.995 Lembar e- KTP Rusak

Kobar

BNNK Kobar Usut Jaringan Pengedar Sabu Antar Provinsi

Kobar

Lagi, 18 Orang Terjaring Operasi Yustisi

Kobar

Peringati HUT Polantas, Satlantas Polres Kobar Santuni Anak SDLB

Kobar

Besok, Ustad Abdul Somad Tausiah di Pangkalan Bun