PBS Diminta Hargai Adat dan Budaya Masyarakat Kalteng

HM Sriosako

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Sengketa lahan, khususnya lahan adat antara masyarakat lokal dengan Perusahaan Besar Swasta (PBS) di Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga kini kian marak.

Untuk itu, anggota Komisi II DPRD Kalteng HM Sriosako meminta kepada seluruh PBS yang ingin membuka lahan di Kalteng agar tidak hanya memperhatikan berkas secara administrasinya saja. Namun juga memperhatikan terkait keberadaan lahan atau hutan adat.

“Yang terpenting antara perusahaan dan masyarakat dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan baik. Sehingga nantinya, PBS itu dapat menjalankan kegiatan perusahaan dengan baik,” kata HM Sriosako kepada awak media, Selasa (21/4/20)

Lebih lanjut dijelaskan, setiap PBS yang beroperasi di Kalteng, sudah seharusnya membangun sinergitas antar masyarakat setempat. Pasalnya, kehadiran suatu PBS menjadi harapan masyarakat sekitar dalam meningkatkan perekonomian.

“Apapun bentuk dan jenis perusahaannya, mereka wajib menciptakan situasi yang baik antara masyarakat. Jangan sampai beroperasi seenaknya dan membuat masalah dengan masyarakat setempat,” ucapnya. (Ra)

Berita Terkait