Home / Metro Palangka Raya

Rabu, 11 Maret 2020 - 20:21 WIB

Timbun Gula dan Beras, Pedagang Sembako Ditangkap Polisi

Pelaku saat diamankan di Mapolda Kalteng Rabu (11/3/2020).

Pelaku saat diamankan di Mapolda Kalteng Rabu (11/3/2020).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalteng menangkap seorang pria bernama Mulyadi alias Aldi (40). Pedagang sembako ini diamankan tim Satgas Pangan Polda Kalteng karena kedapatan menimbun kebutuhan pokok berupa gula kristal rafinasi dan beras.

Tim berhasil membongkar bisnis yang dianggap melanggar aturan. Pelaku diamankan dari kediamannya di Jalan Bukit Keminting. Saat digeledah di gudang miliknya di Jalan Tingang 6, anggota menyita ratusan kilogram beras dan puluhan ton gula pasir.

Bisnis ini diketahui sudah sejak lima tahun digeluti pelaku. Terbongkar berkat informasi dari masyarakat yang menyebut belakangan terakhir gula pasir mengalami kenaikan sangat tinggi. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata oknum pelaku ini menyetok gula dan beras dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Ditimpa Pohon, Bapak dan Anak Nyaris Tewas

“Kita lakukan penyelidikan terhadap pelaku ini dan berhasil mengamankan pelaku,”kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan dengan didampingi Wadir Reskrimsus AKBP Teguh Widodo, Rabu (11/3/2020) siang.

Menurut Hendram dari hasil penggeledahan di dalam gudang petugas menemukan puluhan karung beras, gula, timbangan, karung dan mesin jahit.

“Pelaku nekat melakukan hal ini demi keuntungan pribadi sementara itu, modus pelaku adalah dengan cara mencampur beras atau gula dengan merk yang mahal tanpa ada izin resmi dari Disperindag dan dari hasil usahanya ini pelaku bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp 90 juta per bulannya,”ujarnya.

Baca Juga :  Pesta Miras, Empat Pria Bertato Diamankan Polisi

Akibat perbuatannya pelaku masuk dalam tindak pidana perdagangan dan perlindungan konsumen.  Selain menimbun, pelaku ini juga mempermainkan harga yang tidak sesuai dan tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa serta tidak membuat nama barang yang akan dijual.

“Pelaku kita kenakan Pasal 106 UU Nomor 7 tahun 2004 tentang perdagangan dengan ancaman hukuman 5 tahun dan denda Rp 5 Milyar,”tandas Hendra. (am)

Share :

Baca Juga

DPRD Kota

Pemerataan Pelaksanaan UNBK Tahun Ini Harus Terlaksana

Metro Palangka Raya

Transparan Data, KPU Kalteng Ajak TKD 01 dan BPD 02 Pindai dan Entry CI

DPRD Kota

Pemko Palangka Raya Diminta Aktif Mendata Warga Pendatang Baru

DPRD Kota

Pemko Diminta Gunakan Produk Lokal

Metro Palangka Raya

Pemilih Tak Berada di Rumah Menjadi Kendala Mencoklit PPDP

Metro Palangka Raya

Tiga Pengedar Sabu Jaringan Lintas Provinsi Diringkus Polisi

Metro Palangka Raya

Ditinggal Ke Masjid, Rumah Warga Rakumpit Disatroni Maling 

Hukum Kriminal

Tim Rainmas Polda Kalteng Siap Berantas Premanisme
error: Content is protected !!