Home / Kotim

Selasa, 24 Maret 2020 - 19:03 WIB

PT Wilmar Bantah Jalan Tanah Putih Ditutup dan Terbengkalai

Alat berat PT Mustika Sembuluh saat melakukan perbaikan ruas jalan menuju Desa Tanah Putih tahun 2016 hingga 2019 lalu.

Alat berat PT Mustika Sembuluh saat melakukan perbaikan ruas jalan menuju Desa Tanah Putih tahun 2016 hingga 2019 lalu.

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Jalan poros dari Desa Tanah Putih Kecamatan Telawang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menuju muara Simpang Bangkal yang sebelumnya disebut anggota DPRD Kotim merupakan aset daerah dan dibiarkan terbengkalai tanpa perbaikan, dibantah tegas oleh pihak PT Mustika Sembuluh (PT Wilmar Group).

Ruas jalan saat mulus diperbaiki pada tahun 2019.

Perusahaan yang bergerak disektor perkebunan kelapa sawit ini meluruskan, bahwa ruas jalan setempat selama beberapa tahun terakhir telah diperbaiki. Hanya karena terkendala kerusakan alat berat mengakibatkan perbaikannya saat ini menjadi tertunda.

Hal ini ditegaskan oleh Section Head External Relation PT Mustika Sembuluh Juatku Antono. Menurut dia, ruas jalan dari simpang Bangkal menuju Tanah Putih sepanjang 14,57 Kilometer masuk dalam perizinan PT Mustika Sembuluh. Ini diperkuat dengan SK Kepala BPN No.29/HGU/BPN-RI/2011 dan sertifikat No: 52 Tahun 2011.

Baca Juga :  Menabrak Pikap Berbelok, Pengendara Motor Terkapar

Selain membersihkan badan jalan dan meratakan, PT. Mustika Sembuluh juga memasang gorong-gorong pada tahun 2016.

Selama ini lanjut dia, PT Mustika Sembuluh telah melakukan perbaikan ruas jalan secara bertahap sejak tahun 2014 hingga 2019, berupa pembersihan dan perbaikan parit jalan, penataan badan jalan menggunakan grader serta pemasangan gorong-gorong dengan total biaya Rp 166 juta lebih.

“Jadi saat ini hanya tersisa yang belum selesai diperbaiki sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Perbaikan ruas jalan sepanjang 2 kilometer ini tertunda karena kondisi jalan mengalami kerusakan cukup berat. Sehingga memerlukan alat berat buldozer dan exsavator. Sementara alat berat yang kita miliki saat ini sedang dalam perbaikan dan diperkirakan dapat dilanjutkan mulai April 2020,”ungkap Juatku Antono dalam rilis klarifikasinya kepada Kalteng Ekspres.com, Selasa (24/3/2020).

Baca Juga :  Pengedar Sabu di Pelosok Desa Disergap Polisi

Selain terjadi kerusakan alat berat tambah Juatku, ruas jalan tersebut juga terdapat tiga titik yang terpotong anak sungai. Sehingga memerlukan box culvert berukuran 1,8 meter x 2 untuk ditiga lokasi tersebut, dengan biaya, sebesar Rp 83 juta lebih, dan box culvert ukuran 1 meter sebesar Rp 69 juta lebih.

“Karena itu tidak benar bahwa kami membiarkan ruas jalan tersebut terbengkalai dan tidak diperbaiki, terlebih lagi sampai menutupnya. Melainkan karena hanya mengalami kerusakan jalan dan jembatan serta ditumbuhi semak menyebabkan jalan tersebut jarang dilewati,”tandasnya. (adv)

Share :

Baca Juga

Kotim

Pembeli 1 Ons Sabu Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Kotim

Tabrak Pikap, Pengendara Motor Terkapar

Kotim

TNI AL Dukung Program TMMD Kodim 1015 Sampit

Kotim

Wow!! Edar 1 Ons Sabu, Pengedar dan Bandar Besar di Kotim Dibekuk Polisi

Kotim

Tuntut Hak, Ratusan Buruh Demo di Kantor Bupati Kotim

Kotim

Personel TNI Bekerja Keras Sukseskan TMMD

Kotim

Kejari Kotim Musnahkan Barbuk Rampasan dari Pelaku Kejahatan

Kotim

Persiapan Pengamanan Lebaran, Polres Kotim Gelar Rapat Gabungan
error: Content is protected !!