



PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya makin marak. Parahnya lagi di Komplek Puntun Rindang Banua, penjualan sabu seperti tidak ada takutnya dengan aparat Kepolisian.
Diketahui penggerebekan ini dilakukan di rumah bos besar sabu bernama Saleh yang saat ini meringkuk di penjara. Di lokasi tersebut petugas kembali mengamankan empat belas orang di tempat tersebut setelah dites urine positif mengonsumsi sabu.
Saat melakukan penggerebekan, petugas justru mendapat serangan dengan ditembak menggunakan gas air mata dari dalam rumah bandar sabu itu dan pelaku langsung melarikan diri.
Dirnarkoba Polda Kalteng Kombes Pol Bonny Djianto menerangkan, penggerebekan dilakukan untuk memutus peredaran narkoba yang kian marak di lingkungan masyarakat.
“Anggota kita mendapatkan serangan dari dalam rumah dengan menembakkan gas air mata,” jelas perwira dengan pangkat melati tiga di pundaknya ini.
Bonny menambahkan, lokasi Puntun yang selama ini dikenal marak peredaran narkoba jenis sabu, bahkan cara menjualnya pun seperti jual kacang bahkan mereka juga menyewakan tempat berserta alat hisap sabu.
Petugas saat melakukan penggeledahan menemukan beberapa butir peluru aktif, bong sabu, timbangan digital dan ratusan plastik klip kecil.
“Mereka seakan-akan tidak takut dengan Polisi. Cara berjualannya pun secara terang-terangan dan sekarang sudah digrebek,” imbuhnya.
Ditresnarkoba Polda Kalteng akan terus melakukan penindakan tegas terhadap para bandar ataupun kurir sabu dan ini semua sudah menjadi tugasnya dalam memerangi peredaran gelap narkoba. (am)