Home / Kotim

Sabtu, 8 Februari 2020 - 22:27 WIB

Warga Pamalian Keluhkan Bangunan Jembatan Baru Tak Bisa Difungsikan

Warga saat meninjau bangunan jembatan yang dikeluhkan karena tak bisa difungsikan lantaran tak kunjung rampung. Padahal anggaranya mencapai Rp 600 juta lebih.

Warga saat meninjau bangunan jembatan yang dikeluhkan karena tak bisa difungsikan lantaran tak kunjung rampung. Padahal anggaranya mencapai Rp 600 juta lebih.

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Sejak mulai dibangunnya jembatan Desa Pamalian Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada bulan September 2019 dengan target selesai Desember 2019, ternyata hingga tahun ini 2020, tak kunjung rampung. Bahkan jembatan yang belum bisa dilewati inipun sudah terlihat miring, padahal belum resmi bisa dilalui.

Temuan ini membuat warga setempat meminta perangkat desa untuk membangun ulang. Karena menurut mereka jembatan tersebut tidak kokoh, pasalnya hanya menggunakan kayu galam untuk pondasi, bukan menggunakan pasak bumi.

Syahminin salah satu warga desa pamalian ini mengatakan, bahwa anggaran jembatan tersebut sebesar Rp. 677.338.404, yang seharusnya lebih dari cukup membangun jembatan agar kokoh.

Baca Juga :  Tiga Orang Pria Diringkus Saat Bertransaksi Sabu

“Kami sudah minta penanggung jawab Pembangun Jembatan PT Task yang dulu pernah membangun jembatan untuk mengecek ke lokasi jembatan sekarang. Karena dulu pihak perusahaan membangun jembatan ukuran 6×12 meter dengan mengunakan pasak bumi dan hasilnya kokoh dengan dana kurang lebih Rp 500 juta an. Sedangkan dana yang ada ini hampir Rp 700 juta ukuran 5×5 meter tapi sudah rusak,” katanya kepada wartawan, Sabtu (08/02/2020).

Menurut dia, kalau ingin rehab total pihaknya siap mendatangkan konsultan untuk merancang bangunannya dengan pasak bumi. Ia merasa konsultan yang ada ini tidak cek lokasi, sehingga yang dibangun tidak sesuai dengan keadaan.

Baca Juga :  Pengedar Sabu Berambut Pirang Diciduk Polisi

“Pada tanggal 25 Januari lalu kita permah masyarakat dengan pihak desa dan kecamatan, hasil sedang dilakukan perbaikkan, namun menurut hemat kami walau dilakukan perbaikan, tetap tidak ada hasilnya karena semakin hari semakin miring, dan jika tetap dilanjutkan, khawatir rusak dan menimbulkan korban nantinya,” jelasnya.

Dirinya menegaskan bahwa Pemerintah Desa harus bertanggung jawab dengan membangun ulang jembatan mengunakan pondasi yang kuat.

“Jika tetap dengan yang ada ini, kami warga tetap menolak karena hasilnya jauh dari keinginan rapat awal rencana pembangunan,” ungkapnya. (br)

Share :

Baca Juga

Kotim

Disambar Petir, Bangunan Walet Ini Hancur

Kotim

Material Prasasti TMMD Dibawa Melewati Sungai Berbuaya 

Kotim

Miris! SD di Kotim Ini Liburkan Diri, Disdik Janji Segera Sikapi

Kotim

Warga Pulau Hanaut Semakin Menyatu dengan Satgas TMMD

Kotim

Ditimpa Egrek, Karyawan PT BAT Tewas Mengenaskan

Kotim

Geger, Warga Kotim Temukan Mayat Tanpa Kepala

Kotim

Aslat Kasad yakin TMMD Berdampak Positif Terhadap Ekonomi Masyarakat

Kotim

Polres Kotim dan PC PMII Gelar Salat Gaib dan Doa Bersama