Home / Kotim

Senin, 24 Februari 2020 - 20:41 WIB

Tuntut Hak, Warga Desa Penyang Portal Jalan PT HMBP

Warga Desa Penyang Memortal Jalan untuk menuntut hak pada PT HMBP.

Warga Desa Penyang Memortal Jalan untuk menuntut hak pada PT HMBP.

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Masyarakat Desa Penyang Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang tergabung dalam kelompok tani Sahai Hapakat melakukan pemortalan jalan masuk ke PT. HMBP.

Mereka bersikeras tetap menduduki lahan tersebut sepanjang belum ada penyelesaian sengketa lahan atas klaim dari pihak Dias Mantongka.

“Kami tetap menduduki lahan ini sepanjang belum ada penyelesaian karena lahan ini sah milik kelompok tani Sahai Hapakat yang anggotanya 200 orang,” kata anggota Kelompok Tani Sahai Hapakat Unye Supiah kepada awak media, Senin (24/2/2020).

Baca Juga :  Breaking News!! Anggota DPRD Seruyan Ditangkap Polisi

Menurutnya, lahan seluas 117 hektar itu secara sah dimiliki oleh Kelompok Tani Sahai Hapakat, jika ada pihak lain yang mengklaim itu harus dapat membuktikan.

“Maksud kami lahan 117 hektar itu diserahkan ke kelompok tani Sahai Hapakat, bukan sebagian ke pihak Dias Mantongka. Sehingga sampai sekarang belum ada penyelesaian. Penyerahan lahan diluar HGU ini sudah dilakukan oleh pihak perusahaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Danrem 102 Panju Panjung Puas dengan Program Sasaran Fisik TMMD¬†

Selain itu, pihaknya keberatan atas penangkapan 2 anggota kelompok tani Sahai Hapakat beberapa waktu lalu yang dituduh mencuri buah milik perusahaan.

“Kami berharap agar dua warga kami di bebaskan,” pintanya. (br)

Share :

Baca Juga

Kotim

Polisi Buru Oknum Dicurigai Pembunuh Bos Sawit dan Asistennya

Kotim

Edar 7 Paket Sabu, Warga Telaga Baru Diringkus Polisi

Kotim

Polisi Ringkus Wanita Pengedar Sabu Modus Baru

Daerah

Dipicu Miras, Dua Pengendara Motor Terlibat Tabrakan, Satu Tewas Terkapar

Kotim

Antisipasi Laka Air, Basarnas Giat Patroli Sungai Mentaya

Kotim

Pagar Jembatan Sei Babirah Dilakukan Pengecatan 

Kotim

Warga Nilai Rehab Rujab Bupati Kotim Pemborosan Anggaran

Kotim

Diduga Depresi, IRT Ditemukan Tewas Gantung Diri
error: Content is protected !!