Home / Kobar

Kamis, 20 Februari 2020 - 16:48 WIB

Sebar Fitnah, Manajemen PT KPC Polisikan Oknum Ngaku Wartawan

Direktur PT KPC Padli Noor saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (19/2/2020).

Direktur PT KPC Padli Noor saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (19/2/2020).

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com  – Manajemen PT Kapuas Prima Coal (KPC) mengambil sikap tegas dengan melaporkan oknum warga yang mengaku wartawan ke Mapolres Kobar. Oknum tersebut dilaporkan ke polisi karena menebar fitnah dengan menuduh PT KPC memproduksi bahan peledak dan bahan terlarang.

Direktur PT KPC, Padli Noor mengatakan, laporan ke Polres Kobar tersebut telah dilakukan pihaknya. Dasar laporan yakni terkait tuduhan oknum warga yang mengaku wartawan telah menulis di salah satu blog dengan merilis tulisan yang mengambil judul “PT KPC Tertutup Terhadap Media, Disinyalir Bangun Pabrik Ilegal dan Produksi Bahan Terlarang,”.

Keberatan atas ulah oknum ini, maka pihaknya mengambil sikap tegas melaporkan oknum tersebut, karena ditakutkan menjadi pembenaran sepihak tanpa ada bukti, yang akhirnya muncul asumsi salah dari masyarakat terkait aktivitas pekerjaan perusahaan yang selama ini telah mendapat izin dan secara hukum telah legal untuk beroperasi.

Baca Juga :  Penipu dengan Modus Gandakan Uang Diringkus Polisi

“Laporan pendahuluan tersebut sudah kita sampaikan ke Polres Kobar Minggu lalu, dan yang melaporkan langsung Kepala Cabang PT KPC,”ungkap Padli kepada awak media saat jumpa pers Rabu (19/2/2020).

Padli menjelaskan, bahwa pada awalnya pihak perusahaan tidak langsung bereaksi. Namun setelah membaca tulisan di salah satu blog yang juga diposting di media sosial tersebut, maka pihaknya memilih berkonsultasi ke kepolisian, dan ke beberapa wartawan untuk mendapatkan masukan dan juga penjelasan terkait tulisan tersebut.

“Karena itu mewakili manajemen PT KPC kami menegaskan bahwa isi tulisan tersebut tidak benar dan sangat menyudutkan. Untuk diketahui bahwa PT KPC adalah perusahaan pertambangan yang khususnya bergerak di bidang pertambangan mineral biji besi dan logam dasar.  PT KPC mempunyai legalitas, izin usaha pertambangan dan produksi yang dikeluarkan oleh Bupati Lamandau pada saat itu,”ujarnya.

Kemudian perlu diluruskan lanjut dia, tulisan dari blog tersebut yang menuduh PT KPC memproduksi bahan terlarang, dalam bentuk bom dan narkoba sama  sekali  tidak benar.

Baca Juga :  Polres Kobar Limpahkan Berkas Perkara Ilegal Minning

Karena keberadaran usaha PT KPC ditiga  bidang, baik itu pelabuhan yang izin tersebut biasanya dikenal dengan izin terminal untuk kepentingan sendiri telah dikeluarkan langsung oleh Kementerian Perhubungan RI dalam hal ini Dirjen Perhubungan Laut pada tahun 2015.

Sedangkan untuk pembangunan smelter di kawasan pelabuhan, yang meliputi dua pabrik yang dibangun di kawasan tersebut, telah mendapat izin resmi dari Kementerian ESDM yang sebelumnya telah melakukan evaluasi dan penilaian setiap enam bulan sekali terhadap keseriusan KPC dalam membangun smelter. Sementara untuk pabrik pengolahan seng oksida, telah dikeluarkan izin oleh Kementerian Perindustrian dan LHK RI.

“Jadi kalau dituding membangun pabrik ilegal sangat tidak tepat dan tidak benar. Karena kami telah mengantongi izin resmi yang telah disahkan oleh pemerintah pusat maupun daerah,” tandasnya. (yus)

Share :

Baca Juga

Kobar

Naas..Karyawan Sawit Tewas Tercebur di Kolam Limbah

Kobar

Bus Damri Jurusan Pangkut Terguling 

Kobar

Hasil Rapid Test Reaktif, Kuat Dugaan ABK Asal Semarang Meninggal karena Corona

Kobar

3.160 Orang Mudik Lebih Awal melalui Kumai 

Kobar

Besok, Karnaval Marunting Fashion Digelar di CFD

Kobar

Bupati Dilantik Jadi Ketua KONI Kobar 

Kobar

Dinas Koperindag Kobar Pastikan Kebutuhan Bahan Pokok Tersedia

Kobar

Danpos AL Kumai Sebut Pembangunan Lanal Jadi Prioritas