Home / DPRD Kotim / Kotim

Selasa, 25 Februari 2020 - 09:37 WIB

Dipecat Tanpa Alasan, Karyawan PT MSM Mengadu ke DPRD Kotim

Eman saat memperlihatkan surat bukti pemecatan dirinya yang dikeluarkan pihak perusahaan di Kantor DPRD Kotim Selasa (25/2/2020).

Eman saat memperlihatkan surat bukti pemecatan dirinya yang dikeluarkan pihak perusahaan di Kantor DPRD Kotim Selasa (25/2/2020).

SAMPIT, KaltengEkspres.com– Eman, seorang karyawan PT Mentaya Sawit Mas (MSM) yang bekerja sebagai Operator Genset  mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim. Didampingi Ketua Ranting Serikat Buruh Kosasih, pria ini mengadu ke kantor dewan terkait pemecatan tanpa alasan yang jelas oleh manajemen perusahan, Selasa(25/2/2020).

Kepada anggota dewan, Eman mengaku sudah 13 tahun bekerja di perusahaan setempat, namun tiba-tiba dipecat hanya karena terlambat 5 menit menghidupkan lampu divisi. Setelah itu dirinya tiba-tiba diminta untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya.

“Saya tidak terima kalau diminta berhenti dari perkejaan saya sebagai Operator Genset, tanpa alasan yang jelas, masa’ langsung diminta membuat surat pengunduran diri, alasan pemberhentian oleh pihak manajemen tersebut, karena terlambat menghidupkan lampu divisi, padahal terlambatnya hanya sekitar 5 menitan,” ungkapnya kepada Kalteng Ekspres.com di Kantor DPRD Kotim, Selasa(25/2/2020).

Baca Juga :  Dewan Pertanyakan SK PAW Memei ke Gubernur

Menyikapi ini, Anggota DPRD Kotim Bima Santoso selaku Seretaris Fraksi PKB mengatakan, jika memang prosedur pemberhentian seperti itu dilakukan oleh PT. MSM tersebut maka tidak sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku. Untuk itu dirinya meminta dinas terkait dalam hal ini Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Kotim, agar menengahi dan menyelasaikan permasalahan tersebut.

“Saya mengharapkan Disnaker Kotim agar secepatnya menindak lanjuti permasalahan ini, dan segera memanggil pihak manajemen PT MSM tersebut, apabila ada kelalain atau unsur kesengajaan harus di beri sanksi tegas, sesuai aturan dan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku,” kata Bima.

Baca Juga :  Mimpi Warga Pulau Hanaut Kini Sudah Terwujud

Masa lanjut Bima, hanya karena 5 menit terlambat menghidupkan mesin genset langsung di pecat, apalagi karyawan tersebut bekerja sudah selama 13 tahun.

Menurut Bima, tindakan perusahaan dalam mengambil sikap pemecatan sepihak hanya karena masalah sepele tersebut bentuk arogansi dan intimidasi dari pihak pimpinan. Dan itu bisa diusut ke ranah pidana karena melanggar undang-undang ketenagakerjaan. (RY)

Share :

Baca Juga

Kotim

Satu Rumah Warga Sampit Terbakar

Kotim

Masyarakat Berterimakasih kepada Kodim 1015 Sampit yang Peduli Terhadap Desa Terisolir

Kotim

Seorang Nenek di Baamang Diduga Tewas Dirampok

Kotim

Aksi Pencurian Buah Sawit Digagalkan, Satu Orang Berhasil Diringkus Polisi

DPRD Kotim

Masih Ngambang, Nasib Pansus Covid-19 Kotim Ada Ditangan Banmus

Kotim

Jual Sabu, Pemuda Ketapang Diringkus Polisi

Kotim

AMPI dan KNPI Kotim Sinergi Dalam Baksos

Kotim

Bejat, Warga Cempaga Hulu Cabuli Bocah Berusia 7 Tahun