Home / Kobar

Rabu, 22 Januari 2020 - 17:23 WIB

Bonceng Anak di Depan, dan Lebih Dari 1 Dikenakan Tilang serta Denda Rp250 Ribu

Anggota Satlantas Polres Kobar saat mengggelar giat razia rutin belum lama ini.

Anggota Satlantas Polres Kobar saat mengggelar giat razia rutin belum lama ini.

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengingatkan kepada pengendara, agar tidak memboncengi anaknya melebihi dari satu serta menaruhnya di depan jok.  Pasalnya, hal ini rawan mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Terlebih lagi sudah ada aturan larangan yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya pada pasal 106. Pada aturan itu, dijelaskan bahwa motor dilarang membawa penumpang lebih dari satu orang. Artinya, jika pengendara membawa sang anak di depan, dan sudah ada penumpang lain di belakang, polisi berhak mengenai denda.

Baca Juga :  Apes..Asik Ngamar, Tiga Pasangan Mesum Terjaring Razia Polisi

Hal ini diungkapkan oleh Kasatlantas Polres Kobar AKP Marsono melalui Kaur Binops Ipda Wiyoto. Menurut Wiyoto, pengendara perlu diingat agar posisi berkendara yang benar ialah saling membelakangi.




“Di mana, sang pengendara berada di depan, sedang satu penumpang lain di belakang. Kendati aturan itu sudah menjadi hal umum, namun ada saja yang bandel dan nekat melanggarnya. Salah satunya, dengan membawa sang anak di jok depan kendaraan, bahkan ada yang membawa anak lebih dari satu, jelas ini membahayakan keselamatan”, ucap Wiyoto.

Baca Juga :  Tiga Komplotan Pencuri Besi Teralis Pasar Indrasari Dibekuk Polisi

Bagi pengendara yang melanggar atau tidak mengindahkan aturan itu, sebagaimana tertulis di pasal 292, akan dipidana kurungan maksimal satu (1) bulan atau denda Rp250 ribu.

Wiyoto menyebutkan, meletakkan anak di jok depan motor bisa memicu kecelakaan berlalu lintas. Selain itu anak juga akan menjadi ‘bantalan’ saat terjadi tabrakan. Sebab, motor tidak memiliki daya absorbsi layaknya mobil.

“Ini tentu sangat berbahaya bagi keselamatan anak. Karena itu kita akan mensosialisasikan hal ini lantaran  menyangkut keselamatan pengendara dan juga penumpang,” tandas Wiyoto. (yus)

Share :

Baca Juga

Kobar

Mabuk! Tiga Penonton Mengamuk, Konser Penutupan Kobar Expo Nyaris Ricuh

Kobar

Asik Ngamar, Mahasiswa Digerebek Satpol PP Kobar

Kobar

Warga Aruta Tuntut Lahan Pencadangan Pangan 

Kobar

Dipicu Cemburu Buta, IRT Nekat Menganiaya Teman Suaminya

Kobar

Kantor Kejari Kobar Didemo Puluhan Massa

Kobar

Diguyur Hujan Lebat, Tiga RT di Kumai Direndam Banjir

Kobar

Mulai 25 Juni, Aktivitas Berjualan di Pasar Indrasari Dibatasi

Kobar

Tim Gabungan Sisir Pelabuhan Kumai