Home / Metro Palangka Raya

Sabtu, 28 Desember 2019 - 17:33 WIB

Pria Kebal yang Tewas Didor Polisi Ternyata Residivis Pencurian

Istri pelaku saat membesuk jasad di kamar mayat RS Bhayangkara Sabtu (28/12/2019).

Istri pelaku saat membesuk jasad di kamar mayat RS Bhayangkara Sabtu (28/12/2019).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Jenazah pria kebal bersenjata tombak anti petir yang tewas didor polisi masih terbujur kaku di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara, Sabtu (28/12/2019). Pihak keluarga almarhum diantaranya istri sirinya turut membesuk melihat jasad suaminya.

Saat menjenguk jasad suaminya, istri siri berinisial S (39) meneteskan air mata seusai keluar dari kamar mayat melihat sang suami telah meninggal dunia.

Kapolsek Pahandut AKP Edia Sutaata ketika dikonfirmasi, mengakui, bahwa istri siri dari almarhum yang tewas telah datang ke rumah sakit setempat.  Kedatangan istrinya ini untuk mengecek kebenaran apakah yang tewas ini adalah suaminya karena sebelumnya ia mendapatkan informasi lewat media sosial Facebook bahwa ada orang yang ciri-cirinya mirip dan saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara.

Baca Juga :  Bos Pempek Palembang Tewas Disambar Pikap

“Ketika ia melihat langsung, istri sirinya ini mengakui bahwa itu benar suaminya. Untuk saat ini kita hanya  tinggal menunggu keluarga terdekatnya agar mengurus jenazah dan proses pemakaman,”ungkap Kapolsek Sabtu (28/12/2019).

Informasi yang didapat dari pengakuan istrinya,pelaku yang merupakan seorang residivis ini sebelumnya pada hari, Jumat (20/12/2019) sempat di cari warga Tumbang Samba Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan karena melakukan pencurian sarang burung walet dan melarikan diri ke Kota Palangka Raya.

“Almarhum sebelumnya juga melakukan pencurian dan dikejar warga sehingga melarikan diri ke Palangka Raya,”imbuh Kapolsek.

Baca Juga :  Kurir Sabu Puntun Diringkus Saat Menunggu Pembeli

Menurut pengakuan dari istrinya almarhum ini memang tidak bersedia membuat identitas diri termasuk KTP dan SIM karena takut tertangkap polisi dan diketahui warga. Untuk proses pemakaman pihaknya masih menunggu keluarga terdekatnya karena masyarakat dimana tempat almarhum tinggal menolak jenazahnya dimakamkan di daerah tersebut.

“Warga menolak jenazah almarhum dimakamkan di tempat dia tinggal karena perlakuannya. Kita tunggu keluarga terdekatnya dan mencari jalan terbaik,”papar Kapolsek.

Sementara itu Kapolres Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri juga memberikan santunan dan akan bertanggung jawab untuk proses selanjutnya memakamkan korban. (am)

Share :

Baca Juga

Metro Palangka Raya

Sepasang Kekasih Terciduk Mesum Pinggir Jalan

Metro Palangka Raya

Polresta Palangka Raya Musnahkan Puluhan Knalpot Blong 

Metro Palangka Raya

UPR Jalin Kerjasama Sektor Pendidikan dengan Polda dan Perbankan

DPRD Kota

Dewan Kota Dukung Pengembangan Tanaman Pajale dan Babe

Hukum Kriminal

IRT Tertangkap Basah Mencuri di Warung Sembako

Metro Palangka Raya

Tenggak Extra Jos Campur Obat, Sopir Truk Tangki Tewas di WC

Metro Palangka Raya

Nekat Berjudi, Empat Lansia Digaruk Polisi

DPRD Kota

Bahas PPDB dan MPLS, Komisi C Gelar RDP dengan Instansi Terkait
error: Content is protected !!