Home / Kobar

Jumat, 20 Desember 2019 - 13:29 WIB

Dua Peladang Dipidana, Aman dan Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa

Massa saat menyampaikan orasinya di depan Kantor DPRD Kobar Jumat (20/12/2019).

Massa saat menyampaikan orasinya di depan Kantor DPRD Kobar Jumat (20/12/2019).

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com– Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Aliansi Mahasiswa Kobar serta sejumlah masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kobar, Jumat (20/12/2019). Aksi lanjutan ini menuntut keadilan agar dua orang peladang yang divonis hukuman penjara dibebaskan.

Karena  2 orang peladang bernama Gusti Maulidin dan Sarwani ini telah menjalani hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pangkalan Bun dengan masa hukuman  4 bulan 15 hari. Kedua warga ini sebelumnya telah menjalani sidang dan didakwa atas kasus pembakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ramlan Koodinator Aksi mengatakan, peserta yang melakukan aksi ini terdiri dari mahasiswa dan AMAN Kobar serta masyarakat. Mereka menggelar aksi ini karena  tindakan aparat yang telah mengkriminalisasi peladang. Padahal sebagaimana diketahui untuk di Kalteng ini, sejak dulu masyarakatnya sudah berladang, tapi di zaman saat ini peladang malah ditangkap.

Baca Juga :  Sepasang Kekasih Pembuang Bayi Menikah di Kantor Polisi 

Ia menilai, perkara hukum terkait karhutla terkesan hanya menindak masyarakat kecil sebagai sasaran tumbal hukuman. Sementara bagi kalangan korporasi masih tergolong sangat minim.  Karena itu pihaknya menuntut keadilan agar dua peladang yang divonis hukuman penjara dibebaskan.

“Aksi demo yang kami  lakukan ini tidak ditunggangi oleh siapapun. Aksi tersebut murni sebagai bentuk keprihatinan dan dukungan pada peladang. Mengingat, berladang merupakan kearifan lokal. Karena sebelum ada NKRI ini, nenek moyang kami sudah berladang. Kenapa justru peladang dianggap penjahat dan dikriminalisasi. Padahal, berladang hanya dilakukan untuk kebutuhan rumah tangga sendiri,” jelas Ramlan.

Baca Juga :  Gairahkan Minat Baca Masyarakat, PLN Rehab Perpustakaan Desa

Untuk itu pihaknya meminta para anggota DPRD Kobar agar membela rakyatnya yang sedang mengalami kesulitan.  “Jangan sampai anggota DPRD yang dipilih rakyat hanya berdiam diri ketika rakyatnya dikriminalisasi. saya minta anggota DPRD ikut memberikan dukungan pada peladang yang sedang menjalani masa hukum,” pintanya. (yus)

Share :

Baca Juga

Hukum Kriminal

Polisi Bubarkan Resepsi Pernikahan Warga Kumai

Kobar

Penutupan Objek Wisata Bugam Raya Diperpanjang 

Kobar

Ratusan Warga Kumai Dirapid Test, Hasilnya 1 Orang PKL Reaktif

Kobar

Dua Tiang PLN Roboh Nyaris Timpa Pengendara

Kobar

Simpan Sabu, Warga Kobar Dibekuk Polisi

Kobar

Ini Penjelasan Manajemen PT Korindo Pasca Ledakan

Kobar

Tusuk Sopir Travel, Pria Paruh Baya Diringkus Polisi

Kobar

286 KK di UPT Kumai Seberang Terima Sertifikat Hak Milik