Home / Kobar

Senin, 16 Desember 2019 - 19:30 WIB

Dalami Kasus Penganiayaan Orangutan, 6 Orang Saksi Diperiksa Polisi

IST - Petugas BKSDA saat mengevakuasi orangutan terluka akibat penganiayaan benda tajam beberapa waktu lalu.

IST - Petugas BKSDA saat mengevakuasi orangutan terluka akibat penganiayaan benda tajam beberapa waktu lalu.

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Kasus penganiayaan terhadap orangutan hingga mati telah didalami oleh pihak Polisi Sektor (Polsek) Kumai. Guna mengungkap kasus ini, penyidik Polsek setempat telah memeriksa 6 orang saksi.

Kapolsek Kumai Iptu Ancas Apta Nirbaya ketika dikonfirmasi membenarkan, adanya pemeriksaan terhadap enam orang saksi tersebut. Menurut dia, saat ini kasus telah diselidiki pihaknya guna mengungkap oknum yang bertanggungjawab atas penganiayaan terhadap binatang primata yang dilindungi tersebut.

“Penganiayaan ini terjadi di perkebunan kelapa sawit Blok J41 Bromo Estate PT. Bumi Langgeng Pradana Trada, dengan koordinat 2.75646S ; 111. 84966E, Desa Sei Bedaun, Kecamatan Kumai (9/12), lalu. Untuk mengungkapnya kita masih melakukan penyelidikan mendalam dengan memeriksa sejumlah saksi,”ungkapnya.

Baca Juga :  Gudang Gerobak Dekat Istana Kuning Membara

Terpisah Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng Dendi Sutiadi mengatakan, bahwa orangutan yang dianiaya tersebut telah mati, akibat luka parah dan keracunan yang dideritanya. Kasus ini juga telah ditangani oleh bidang penegakkan hukum BKSDA Kalteng.

Seperti diberitakan, orangutan jantan berusia sekitar 10 tahun ini akhirnya mati saat menjalani penanganan medis diduga akibat Sapticaemia atau keracunan darah lantaran luka parah yang dialami orangutan tersebut.

Baca Juga :  Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Ajak Pemuda Berkreasi

Luka luar yang ditemukan diantaranya luka pada bahu kanan yang diakibatkan oleh benda tajam sekitar 20 cm dengan kedalaman luka sekitar 10 cm sampai tembus ke kantung udara (air sac).

“Pengumpulan keterangan saksi guna mendukung penyelidikan untuk mengungkap kasus ini juga masih dilakukan,” jelas Dendi.

Pada pemeriksaan organ dalam ditemukan adanya pembengkakan pada gallbladder (kantung empedu) dan limpa. Akibat luka-luka yang dialami orangutan tersebut diduga menyebabkan adanya infeksi hingga menyebabkan primata tersebut mengalami septicaemia atau keracunan darah. (yus)

Share :

Baca Juga

Kobar

Pemuda Kobar Antusias Mendaftar Calon Anggota PolisiĀ 

Kobar

Mantap! Kelurahan Raja Sediakan Wifi Gratis Bagi PelajarĀ 

Kobar

Polres Kobar Ancam Tindak Tegas Oknum Pengaruhi Hak Pilih Warga

Kobar

Bupati Tinjau Progres Pembangunan Dua Pasar

Health & Fitness

Antisipasi Virus Corona, Pemkab Kobar Bagikan Sejuta Masker Gratis

Kobar

Jembatan Penghubung Kecamatan Aruta Jebol Diterjang Banjir

Kobar

Bupati Lantik 160 Pegawai Struktural Kobar

Kobar

Ajaib, Bangunan Hangus Terbakar, Kitab Suci Al-Quran Tetap Utuh