Home / Kobar

Sabtu, 2 November 2019 - 08:46 WIB

Memelihara dan Menjual Burung Cucak Rowo Terancam Pidana

Petugas BKSDA saat mengamankan burung cucak rawo dari pedagang burung kerana menjual burung tersebut telah dilarang tegas.

Petugas BKSDA saat mengamankan burung cucak rawo dari pedagang burung kerana menjual burung tersebut telah dilarang tegas.

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) telah merilis sejumlah katagori burung yang ditetapkan resmi dilarang untuk dipelihara dan diperjual belikan.

Sejumlah burung tersebut seperti Jalak Suren, Cucak Rowo Anis Buntet Kecil, dan Anis Buntet Sainghe, yang sering dipelihara masyarakat bahkan diperjual belikan oleh pedagang burung.

Hewan tersebut dilarang dipelihara dan diperjual belikan karena termasuk hewan yang dilindungi. Hal ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (Permen) Lingkungan Hidup danĀ  Kehutanan (LHK) No.P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2018, tentang jenis tumbuhan dan satwa dilindungi.

Kepala BKSDA SKW ll Pangkalan Bun Dendi Sutiadi mengatakan, Jalak Suren, Cucak Rowo Anis Buntet kecil, dan Anis Buntet Sainghe, sering dipelihara masyarakat. Bahkan hingga saat ini masih banyak masyarakat yang memeliharanya. Hal itu terjadi karena ketidaktahuan bahwa hewan tersebut termasuk dilindungi.

Baca Juga :  Geger, Mayat Tanpa Busana Ditemukan Mengapung di DAS Arut

“Dalam bulan ini kita melakukan penyuluhan dan sosialisasi terkait perdagangan ke pemilikan satwa yang dilindungi kepada masyarakat maupun yang berjualan di pasar burung panggung, pasar burung misbar, pasar burung sampit serta pedagang di Kumai. Kegiatan tersebut kami juga melibatkan unsur TNI dan Polri untuk membantu melakukan penyuluhan”, kata Dendi Sutiadi kepada awak media, Sabtu (2/11/2019).

Baca Juga :  Terlambat, Anggota Satpol PP dan Damkar Dilarang Masuk

Dirinya mengimbau kepada sejumlah pedagang burung agar tidak menjual burung tersebut. Kendati sudah banyak dipelihara oleh masyarakat saat ini. Kepada masyarakat yang memelihara ia juga mengimbau agar melaporkan kepada pihaknya, dengan membawa KTP pemilik, dokumentasi atau foto burung, mengisi formulir yang sudah disediakan BKSDA.

“Itu bagi yang memelihara sebelum aturan tersebut dikeluarkan. Namun kalau sekarang maka sudah dilarang. Dan hal itu terus kami pantau di daerah ini,” tandas Dendi. (yus)

Share :

Baca Juga

Kobar

Sopir Mabuk Tabrak Pengendara Motor dan Mobil Hingga Tebalik

Kobar

Tak Jera, Juru Parkir Kembali Terciduk Jualan Sabu

Kobar

Kelurahan Mendawai Tidak Melayani Warga tak Pakai Masker

Kobar

Warga Madurejo Dibekuk Polisi Saat Bertransaksi Sabu

Kobar

Kepala Badan Kesbangpol Kobar Tutup Usia Usai Terpapar Covid-19

Kobar

45 Anggota Polres Kobar Naik Pangkat

Kobar

Ruko Simpang Empat Hasanuddin Berkobar

Kobar

Dewan Sarankan Larangan Bakar Lahan Perhatikan Kearifan Budaya Lokal
error: Content is protected !!