Home / Sukamara

Selasa, 15 Oktober 2019 - 14:58 WIB

PT KSK Diduga Serobot Lahan Milik Warga

Samsu (tengah) bersama anak dan istrinya dilahan yang diduga diserobot perusahaan

Samsu (tengah) bersama anak dan istrinya dilahan yang diduga diserobot perusahaan

SUKAMARA, KaltengEkspres.com Salah seorang warga Desa Pangkalan Muntai, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara, bernama Samsu (62), meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan sawit PT Kalimantan Sawit Kusuma (KSK).

Pasalnya, lahan miliknya seluas kurang lebih 7 hektare (ha) diduga telah diserobot oleh pihak perusahaan sekitar akhir 2018 lalu. Lahan milik kakek dengan dua cucu itu sudah ditanami 400 batang sawit dan 600 batang jengkol.

Kepada Kaltengekspres.com, ia mengaku tak kuasa menahan tangis, saat melihat kebun yang sudah susah payah ditanami dengan tangan renta itu rata dengan tanah.

“Sisa tiga batang sawit dan dua batang joring mah lagi. Kenapa kada ditumbangi semua ja sekalian,” ungkap Samsu sambil menangis karena teringat kebunnya yang digusur perusahaan.

Samsu menerangkan, sebelumnya ia dan pihak perusahaan pernah melakukan pembebasan lahan seluas 170 ha di kawasan Suatang, Kelurahan Padang, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara. Proses pembebasan lahan berjalan alot yakni sepanjang 2018 itu, akhirnya selesai pada September di tahun yang sama.

Baca Juga :  Polres Sukamara Musnahkan Sabu Setengah Kilogram

Hanya lahan seluas 7 ha itu tidak termasuk bagian dari lahan yang dibebaskan seluas 170 ha. Sehingga ia menjadi heran pihak perusahaan berani menggarap lahan miliknya tanpa bertanya terlebih dahulu kepada si pemilik kebun.

Sebab, lanjut Samsu, lahan itu sudah jelas nampak ada tanaman dengan jumlah mencapai seribu batang sawit dan jengkol.

“Seharusnya pihak perusahaan bertanya dulu ke saya, apakah kebun saya seluas 7 ha ini masuk ke lahan yang sudah dibebaskan atau bukan. Jangan main serobot saja. Kebun ini kan tidak masuk, kok main garap seenaknya,”ungkap Samsu kesal.

Sementara itu, anak Samsu, Rismanto,27, sudah pernah menanyakan perihal kebun bapaknya yang diduga diserobot pihak perusahaan. Tepatnya kepada Kabag Kemitraan PT KSK kala itu, Wira Adikusuma melalui pesan whatsapp. Namun tidak mendapat tanggapan.

Setelah mendekati setahun tanpa penjelasan, akhirnya Rismanto kembali menanyakan perihal yang sama.Tepatnya, sekitar 7 Oktober lalu, ia ditemani keluarganya Taufik,35, dan Fitria,37, langsung mendatangi kantor PT KSK.

Baca Juga :  Kunjungi Sukamara, Gubernur Silaturahmi dengan Warga

“Waktu kami datang ke kantor KSK, pak Wira menjelaskan bahwa lahan kami seluas 7 ha merupakan bagian dari 170 ha yang sudah dibebaskan. Kok bisa perusahaan bilang seperti itu,”ujar Rismanto keheranan.

Rismanto pun akhirnya meminta kepada pihak perusahaan untuk melakukan pengukuran ulang. Namun pihak perusahaan menolak dan bersikukuh dengan penjelasan lahan sudah dibebaskan.

“Kami cuma minta pihak perusahaan bersedia melakukan pengukuran ulang jika alasannya lahan sudah dibebaskan,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi Kalteng ekspres.com, bagian kemitraan PT KSK, Wira Adikusuma menerangkan pihak perusahaan membantah telah melakukan dugaan penyerobotan lahan milik Samsu.

Menurutnya,pihak perusahaan berani menggarap lahan seluas 7 ha milik Samsu itu lantaran sudah dibebaskan. Ia mengaku tidak mungkin PT KSK menggarap lahan yang belum dibebaskan dari status kepemilikannya.

“Kan sudah dibebaskan, makanya kami berani menggarap. Perusahaan sudah menjalakan semuanya sesuai prosedur. Dan kami siap jika dibawa ke jalur hukum,” kata Wira. (iw)

Share :

Baca Juga

Sukamara

Satpolair Sukamara Ajak Warga Pesisir Tolak Radikalisme

Pemprov Kalteng

Sukamara Dipersiapkan Tempat Pengembangan Peternakan Sapi Nasional

Sukamara

Pemkab Sukamara Peringati Hari Sumpah Pemuda

Sukamara

Rem blong, Mobil Dinas Seruduk Kantor Camat Sukamara

Sukamara

Pria Asal Surakarta Ditemukan Tewas di Rumah Kontrakan

Sukamara

Laka Tunggal, Kasat Shabara Polres Sukamara Tutup Usia

Sukamara

Tiga Rumah Warga Sukamara Diamuk Jago Merah

Sukamara

Polres Sukamara Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra
error: Content is protected !!