Home / Nasional

Selasa, 15 Oktober 2019 - 11:05 WIB

Mantan Bupati Seruyan Ditetapkan KPK Tersangka

Jubir KPK Febri Diansyah saat memberikan keterangan terkait penetapan status tersangka mantan Bupati Seruyan Darwan Ali Senin (14/10/2019) malam.

Jubir KPK Febri Diansyah saat memberikan keterangan terkait penetapan status tersangka mantan Bupati Seruyan Darwan Ali Senin (14/10/2019) malam.

JAKARTA, KaltengEkspres.com – Mantan Bupati Seruyan Darwan Ali ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka, dalam kasus korupsi proyek pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Darwan ditetapkan tersangka karena diduga telah memerintahkan anak buahnya saat menjabat, melakukan penunjukan langsung kepada kontraktor PT Swa Karya Jaya (SKJ) untuk mengerjakan proyek pembangunan pelabuhan tersebut, dengan mengabaikan kelengkapan persyaratan. Selain itu, Darwan juga diduga menerima uang imbalan dari pihak kontraktor tersebut, sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 20,84 miliar.

“Dalam proses Penyidikan ini, KPK menetapkan satu orang sebagai tersangka yakni DAL (Darwan Ali) Bupati Seruyan Kalimantan Tengah periode 2003-2008 dan 2008-2013,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019), sebagaimana dilansir dari detik.com.

Dalam pengadaan proyek itu, Darwan diduga memerintahkan anak buahnya melakukan penunjukan langsung kepada PT Swa Karya Jaya (SKJ) untuk menggarap pelabuhan tersebut. Bahkan Direktur PT SKJ Tju Miming Aprilyanto diduga adalah kawan dekat Darwan yang mendukungnya saat Pilkada Kabupaten Seruyan tahun 2003.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Pantau Lokasi Food Estate

Dalam perkara ini KPK menemukan ada kejanggalan dalam pengadaan lelang. Meliputi,
– Pembatasan informasi lelang dan waktu pengambilan dokumen lelang hanya 1 hari;
– Dokumen prakualifikasi dan penawaran lelang diduga dipalsukan, dan peserta lelang lain juga diduga direkayasa. Dokumen penawaran memiliki kemiripan dengan membedakan nilai penawaran hanya Rp 2-4 juta;

– Pihak PT SKJ diduga turut serta mempersiapkan beberapa dokumen palsu yang dibutuhkan tersebut; dan

Baca Juga :  Tim Desa Patai Adukan Semua Permasalahan PT Task III ke DPR RI

– Panitia lelang juga mengabaikan ketidaklengkapan atau kekurangan persyaratan dokumen prakualifikasi PT SKJ. Dalam dokumennya, Sertifikat Badan Usaha PT SKJ sudah tidak berlaku. Meski demikian PT SKJ tetap mendapatkan proyek itu, karena atas campur Darwan Ali.

“Pada tahun 2009, diduga DAL melalui anaknya menerima uang dengan cara beberapa kali transfer dari PT SKJ sejumlah Rp 687.500.000,” kata Febri.

KPK menyebut kejanggalan-kejanggalan yang terjadi menyebabkan kerugian keuangan negara. tercatat sekitar Rp 20,84 miliar.

Atas perbuatannya, Darwan disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP. (as)

 

Share :

Baca Juga

Nasional

2 Bulan Buron, DPO Kasus Penipuan Diringkus Polisi

Nasional

Saleh Daulay: 59 Negara Larang WNI Masuk, Bukti Penanganan Covid-19 Bermasalah

Nasional

Menteri Agama Sembuh dari Covid-19

Nasional

Ledakan Pabrik Balon Gas di Depok Tewaskan Satu Orang, Dua Luka Berat

Nasional

PT KPC Bakal Lepas 550 Juta Lembar Saham ke Publik

Nasional

Hari Ini Bupati Kotim Dijadwalkan Diperiksa KPK

Nasional

Majunya Gibran di Pilkada Solo Bentuk Dinasti Politik

Nasional

Kilang Minyak Pertamina Berkobar
error: Content is protected !!