Home / Metro Palangka Raya

Senin, 14 Oktober 2019 - 14:21 WIB

Dua Truk Bermuatan 12 Ton Daun Ajaib Kalimantan Diamankan Polisi

Anggota Polres Palangka Raya saat mengamankan dua truk bermuatan daun kratom Senin (14/10/2019).

Anggota Polres Palangka Raya saat mengamankan dua truk bermuatan daun kratom Senin (14/10/2019).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Palangka Raya mengamankan dua unit truk yang muatannya melebihi kapasitas melintasi ruas jalan dalam kota, Minggu (13/10/2019) tadi malam. Ketika dilakukan pengecekan di bak kedua truk ini, ditemukan muatan daun kratom atau dikenal daun ajaib Kalimantan, masing-masing sebanyak 12 ton.

Daun kratom ini dibawa dari Kutai Kartanegara Kalimantan Timur (Kaltim) rencananya menuju ke Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar). Polisi menahan truk bermuatan daun ini karena diduga mengandung unsur narkotika jenis baru.

“Saat dilakukan pemeriksaan dan pengecekan petugas menemukan daun jenis kratom yang akan di kirim ke luar negeri melalui Pontianak. Truk ini berasal dari Kutai Kartanegara Kaltim,” kata Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar, Senin (14/10/2019) siang.

Selanjutnya tambah Timbul, pihaknya melakukan tes urine terhadap tiga penumpang truk diantaranya dua supir dan satu kernetnya.

Baca Juga :  KPU Palangka Raya dan Badan Adhock di Rapid Test

“Dari hasil tes urine satu kernet truk dinyatakan positif mengandung Amfetamin dan Metafetamin,” ujar Timbul.

Saat itu ketiga orang tersebut di bawa ke Polres Palangka Raya dan selanjutnya diselidiki lebih lanjut kemudian berkoordinasi dengan pihak BNNP serta BPOM Kalteng.

Sekedar diketahui, sebagaimana dilansir dari Kompas.com, tanaman kratom  (mitragyna speciosa) dikenal sebagai daun ajaib asal Kalimantan yang menjadi komoditas ekspor besar dengan sasaran Amerika Serikat sebagai konsumen utamanya.

Sayangnya, kurangnya uji klinis membuat banyak pihak yang ragu akan manfaatnya. Tanaman kratom ini, banyak ditemukan di daerah pedalaman Kalimantan, dan sudah dikonsumsi selama berabad-abad di Asia Tenggara dan Papua Nugini.

Tanaman yang berasal dari keluarga kopi ini memiliki efek stimulasi dan penghilang rasa sakit. Selain itu, sebagian orang meyakini kratom sebagai daun ajaib untuk mengatasi berbagai hal mulai dari kecanduan opioid hingga gangguan kecemasan.Hal tersebut membuat kekhawatiran beberapa regulator kesehatan tentang keamanan konsumsi tanaman ini.

Baca Juga :  Tak Kapok, Bandar Judi Dagur Ini Kembali Diringkus Polisi

Kratom menstimulasi bagian reseptor otak seperti morfin, meskipun kratom menghasilkan efek yang jauh lebih ringan. Dilansir situs lab Badan Narkotika Nasional (BNN), cara mengkonsumsi daun kratom biasanya dikunyah dalam bentuk segar ataupun dijadikan serbuk untuk diseduh menjadi teh.

Tanaman kratom pun semakin populer, namun literatur ilmiah tentang efek dan toksisitas kratom masih sangat langka. Dalam dosis rendah, kratom dilaporkan memiliki efek stimulan (digunakan untuk memerangi kelelahan selama jam kerja yang panjang), sementara pada dosis tinggi dapat memiliki efek narkotika. (am/hm)

Share :

Baca Juga

Metro Palangka Raya

Asyik Beli Buah, Dua Ponsel Mahasiswi Digasak Maling

Gunung Mas

Pedagang Ikan Mendadak Tewas di Gunung Mas

Metro Palangka Raya

Ditinggal Istri Nonton Konser, Suami Nekat Gantung Diri

Metro Palangka Raya

Masyarakat Lima Kabupaten Gelar Aksi Unjuk Rasa

Metro Palangka Raya

Ikut Pesta Miras, Oknum Anggota Polisi Diciduk

Metro Palangka Raya

Kapolda Pimpin Sertijab Dansat Brimob Polda Kalteng

Metro Palangka Raya

Barak di Jalan Tingang Disatroni Maling, Uang Rp 1,4 Juta Raib

DPRD Kota

Masyarakat Diminta Jujur Saat Pemeriksaan Kesehatan
error: Content is protected !!