Home / Kobar

Minggu, 27 Oktober 2019 - 15:17 WIB

Bupati Berharap Kematian Nelayan Mendawai Diselidiki

Bupati Kobar Hj Nurhidayah saat menjenguk jasad korban di kamar mayat RSUD Imanuddin Minggu (27/10/2019).

Bupati Kobar Hj Nurhidayah saat menjenguk jasad korban di kamar mayat RSUD Imanuddin Minggu (27/10/2019).

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah menyempatkan diri menjenguk jenazah nelayan Kelurahan Mendawai bernama Subanrio alias Iban (40) yang telah dievakuasi ke kamar mayat RSUD Imanuddin Pangkalan Bun, Minggu (27/10/2019).

Saat menjenguk jasad korban ini, Bupati mengatakan, kedatangannya ke rumah sakit, untuk memastikan dan melihat langsung kondisi jasad korban yang ditemukan meninggal dunia di Pantai Kendawangan Kalbar, Jumat (25/10/2019) lalu.

“Kita telah melakukan komunikasi dengan tim forensik RSUD Sultan Imanuddin. Berdasarkan keterangan keluarga, ada dua bukti yang meyakinkan jasad korban ini,”ungkap Nurhidayah kepada awak media.

Baca Juga :  641 Peserta Siap Memacu Lintasan Fun Bike Kubu Beach Adventure

Bukti yang meyakini tersebut lanjut dia, yakni berdasarkan keterangan keluarga korban yang mengenal celana yang melekat ditubuh dan tanda lahir di badan korban.

“Dua bukti ini memastikan bahwa korban ini memang salah satu dari tiga nelayan yang hilang. Akibat peristiwa ini, kami dari Pemkab Kobar turut berduka,” terangnya.

Nurhidayah berharap, penemuan jasad korban ini bisa diseliki lebih dalam. Terutama untuk mencari bagian tubuh yang hilang agar ditemukan, sehingga dapat lebih detail lagi mengungka penyebab kematian korban.

Sebelumnya, pada 4 Oktober 2019, tiga nelayan dikabarkan hilang kontak. Yaitu Irwansyah alias Dondoy (35), Sunarto alias Nato (35) dan Subanrio alias Iban (40).  Berawal saat salah seorang dari tiga nelayan ini mendapat telpon dari orang tak dikenal yang memberitahu informasi telah datang kapal membawa ikan dengan jumlah besar di laut.

Baca Juga :  Seruduk Truk Parkir, Pengendara Motor Terkapar 

Ketiga korban ini pun langsung berangkat menggunakan kelotok dan membawa uang sejumlah Rp 250 juta yang rencananya hendak digunakan untuk membeli ikan. Namun, naasnya saat pergi melaut beberapa hari ketiganya ini los kontak atau tak bisa dihubungi. Sehingga pihak keluarga curiga, bahwa ketiga korban ini telah menjadi korban perampokan. (yus)

Share :

Baca Juga

Kobar

Cegah Masuknya Virus Corona, Bandara Iskandar Lakukan Didesinfeksi

Kobar

Peran TNI AL di Balik Penanganan Wabah Virus Corona

Kobar

Operasi Yustisi Tim Gabungan Sasar Pelabuhan Kumai

Kobar

Dewan dan Pemkab Kobar Kembali Sahkan Dua Ranperda Jadi Perda

Kobar

Kerap Lakukan Pengancaman, IRT Dilaporkan ke Satpol PP

Kobar

Satpol PP dan Damkar Kobar Imbau Masyarakat Waspadai Bahaya Kebakaran

Kobar

Busett…Bulan Ramadhan, IRT di Kobar Jual Puluhan Liter Miras

Kobar

Ribuan Pemudik Berangkat dari Pelabuhan Panglima Utar
error: Content is protected !!