Suami Istri Sepakat Tutupi Kematian Anak Kandung

Pelaku saat memperagakan adegan ia melakukan pembunuhan terhadap anaknya, Senin (30/9/2019).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Peristiwa sadis yang dialami Eko Saputra (15) yang tewas ditangan bapaknya sendiri Mardi (37) kini kasusnya mencapai rekonstruksi akhir. Pada rekonstruksi ini dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Palangka Rayayang dilaksanakan di rumah tersangka di Kelurahan Kelampangan, Senin (30/9/2019) siang.

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar melalui Kapolsek Sebangau Ipda Yusuf Priyo mengatakan, rekonstruksi ini untuk memenuhi syarat akhir dalam penanganan perkara penyidikan kasusnya. Dengan memperagakan adegan guna mengetahui apakah masih sama dengan penyebab kematian korban karena di lempar pisau.

“Semua sesuai dengan rekonstruksi awal penyebab kematiannya di lempar pisau oleh pelaku. Kita hadirkan semua saksi saat dilakukan rekonstruksi ini,” jelas Yusuf, Senin (30/9/2019) .

Ia menjelaskan, saat direkontruksi, pelaku masih memberikan pengakuan yang sama bahwa pisau itu memang di lempar hingga mengakibatkan anaknya meninggal dunia. Hanya saja ada perbedaan letak pisau saat mengenai dada korban.

“Semua adegan tidak ada yang berbeda hanya ada perubahan sedikit dari pengakuan awal pelaku mengaku lemparkan pisau itu mengenai dada bagian kiri namun saat dilakukan rekonstruksi pisaunya menyasar ke bagian dada sebelah kanan,” beber Kapolsek.

Selanjutnya dari pihak Kejaksaan Negeri Kota Palangka Raya Ibu Lili Wati juga menjelaskan,kalau pengakuan dari sang istri pelaku Pur (37) dia menyebutkan bahwa pisau tersebut mengenai dada bagian kanan korban.

“Jadi pengakuan yang diberikan suami istri ini berbeda,”kata Lili.

Kematian korban yang terjadi pada Sabtu (31/8/2019) lalu, menjadi sebuah pertanyaan besar. Dari awal pelaku tidak mengakui perbuatannya dia bilang kalau anaknya terpeleset dan alasan ini sudah ada niat bersama istrinya kalau anaknya meninggal karena terpeleset dan terkena pisau.

Baca Juga :  Jadi Peserta JKN-KIS, Sukardi Merasa Tenang Saat Berobat

Terhadap pelaku dikena pasal berlapis Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan hukuman selama 20 tahun penjara. (am)