Resiko HIV/AIDS Terjadi Bila Kurang Sadar Jaga Kesehatan

Anggota DPRD Palangka Raya Susi Idawati

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) telah menjadi permasalahan dunia yang makin serius diperhatikan, mengingat setiap tahunnya jumlah penderitanya semakin bertambah banyak.  Oleh sebab itu,  masyarakat diminta terus waspada serta menjauhi virus berbahaya HIV/AIDS dengan lebih intensif dan bijak.

Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Palangka Raya Susi Idawati mengatakan, potensi dan resiko penyebaran virus HIV/AIDS bisa terjadi kepada siapa saja apabila kurangnya kesadaran dalam menjaga kesehatan.

“Semua orang bisa memiliki potensi tertular penyakit yang mematikan ini. Oleh sebab itulah masyarakat harus bisa membangun kesadaran akan pentingnya memiliki pola hidup yang sehat dan bersih,” ungkapnya, Jumat (22/9/2019).

Politikus Partai NasDem menerangkan,  selain pentingnya memiliki pola hidup yang sehat dan bersih, maka disisi lain masyarakat harus aktif pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mengecek keberadaan virus yang bisa saja menyerang kekebalan tubuh.

“Penyebaran penyakit ini seperti fenomena gunung es yang mana dimungkinkan banyak masyarakat terjangkit namun tak segera berobat atau belum tahu jika dirinya terinveksi HIV/AIDS,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah harus terus memperkuat edukasi, sosialisasi, penyuluhan dan pendampingan terhadap masyarakat yang berisiko terkena penyakit tersebut. Ia mencontohkan Dinas Pendidikan, dimana bisa menjadi sarana edukasi dan sosialisasi bagi remaja usia sekolah. Kemdian Dinas Tenaga Kerja dapat memberikan sosialisasi bagi para pekerja.

Serlanjutnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bagi para pelaku usaha, ataupun Dinas Kepemudaan dan Olahraga yang memberikan edukasi kepada generasi muda melalui organisasi kepemudaan dan sebagainya.

“DPRD mungkin tak memiliki kaitan langsung akan hal itu, namun kami akan lebih mendorong termasuk memberikan dukungan kepada penguatan penganggarannya. “Ini semua demi kesehatan masyarakat,” paparnya.  (ed)