Pengedar Sabu Jaringan Malaysia Diringkus BNNK Kobar

Kepala BNNK Kobar AKBP I Wayan Korna saat memperlihatkan barbuk sabu dan tersangka saat press release di Kantor BNNK Kobar Selasa (17/9/2019).

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Seorang kurir bernama Slamet, tak berkutik saat disergap anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Provinsi Kalimantan Tengah.

Warga Jalan Sembora RT 3 Kelurahan Sembora Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat (Kalbar) ini, ditangkap karena membawa narkoba jenis sabu sebanyak 59 gram yang disimpan di dalam kemaluannya, saat menggunakan  mobil pikap bermuatan buah di Simpang Runtu Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kobar, Selasa (10/9/2019) lalu sekitar pukul 08.00 WIB.

Kepala BNNK Kobar AKP I Wayan Korna mengatakan, kronologis penangkapan terhadap pelaku ini berawal saat anggotanya mencurigai sebuah mobil pikap yang melintasi ruas jalan sekitar Simpang Runtu. Mobil tersebut diberhentikan anggota, kemudian dilakukan penggeledahan di dalamnya.

“Ketika digeledah di mobil pikap, anggota tak menemukan barang bukti sabu. Namun ketika tubuh pelaku digeledah, akhirnya ditemukan sabu sebanyak 59 gram yang disimpan di sekitar kemaluan tersangka, dijepit dengan celana dalam,”ungkap Wayan Korna kepada awak media, Selasa (17/9/2019).

Dari keterangan tersangka lanjut dia, barang bukti narkoba jenis sabu ini dibawa dari Malaysia hendak menuju ke Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Rencananya hendak dijual kepada seseorang di Kabupaten Kotim seharga Rp 1,7 juta atau Rp1,6 juta per gramnya.

“Jadi jika terjual semua, tersangka bisa mendapat keuntungan antara Rp90-100 juta,”ungkap Wayan Korna.

Sementara, tersangka Slamet saat ditanya awak media mengaku nekat jualan sabu lantaran terhimpit ekonomi. Sebelumnya dia merupakan pedagang buah di Pontianak, Kalbar.

“Saya beli per gramnya Rp700.000 dari Negara Malaysia. Rencananya mau dijual ke Sampit, tapi sial keburu ketangkap di Kobar,” ujarnya. (yus)