Pemprov Kalteng Sebut Harga Cabai Rawit Masih Tinggi

Disprindag Kalteng saat menggelar press release bersama sejumlah instansi lainya terkait ekspos kebutuhan pokok.

PALANGKA RAYA, KaltengEksprea.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalteng menyebut, harga cabai rawit di Kalteng khususnya yang dijual di Kota Palangka Raya masih tinggi berkisaran dari Rp58 ribu – Rp60 ribu perkilogramnya. Sementara harga komoditas cabai merah besar dan cabai keriting sudah mulai normal berkisar Rp30 ribu perkilonya.

“Kalau melihat dari sisi pasokan untuk cabai rawit ini ada beberapa jenis lokal,  dan memang ada campuran dengan cabai tiung lokal. Kemudian yang merah dan kulitas bagus disuplay dari Tabalong”, ungkap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng,  Aster Bonawaty melalui Kasi Barang Pokok, Barang Penting dan Distribusi, Fahlita Rabu (4/9/2019).

Ia mengakui, sebelumnya harga bacai rawit sempat mengalami kenaikan hingga Rp90 ribu/kg suplaynya dari Sulawesi diangkut menggunakan kapal melalui daerah Batu Licin (Kalsel) kemudian dianggkut melalui jalan darat ke Palangka Raya.

“Meski harga cabai belakangan ini mengalami kenaikan hingga Rp90 ribu/kg, namun di wilayah Kalteng khususnya Palangka Raya semahal-mahalnya barangnya tetap ada, dibandingkan daerah lain  seperti di Jawa Barat harganya naik hingga Rp100/kg namun barangnya cepat habis atau kosong. Padahal seperti diketahui di Jawa Barat merupakan sentra produksi cabe,”ujarnya. (ed/adv)