Pemprov Kalteng Ajukan Penambahan Helikopter Water Bombing

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri saat memberikan keterangan kepada awak media Jumat (13/9).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Palangka Raya dan sekitarnya kian hari kian bertambah parah. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan, tapi juga mengganggu perekomomian, salah satunya beberapa maskapai penerbangan batal landing di Bandara Tjilik Riwut karena jarak pandang sudah dibawah batas normal.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mengajukan penambahan armada Helikopter Water Booming. Mengingat saat ini lokasi kebakaran hutan dan lahan semakin jauh dan hampir tak terjangkau dari akses jalan maupun sungai.

“Kemarin sudah ada penambaham satu unit helikopter tapi itu untuk patroli. Kami sangat berharap ada penambaham unit Helikopter Water Booming lagi,” ungkap Sekda Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri kepada wartawan, Jumat (12/9/2019).

Dikatakannya, langkah yang akan diambil Pemprov Kalteng yakni mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melaksanakan kembali salat Istisqa bagi yang baragama muslim dan doa bersama bagi yang baragama non muslim untuk minta hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selanjutnya, pihaknya juga akan mengevaluasi lagi berkenaan dengan libur sekolah dampak kabut asap. Dengan kejadian kabut asap yang kunjung reda ini, tentu akan mengganggu kesehatan masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah, makanya perlu dievaluasi lagi. Tentunya evaluasi ini akan dibahas bersama DLH, BPBD, BMKG, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.

Sekda juga menegaskan untuk wilayah Kota Palangka Raya, saat mengambil kebijakan untuk meliburkan atau menunda jam masuk sekolah, itu berlaku harus sama dari tingkatan SD -SMA.

“Jangan sampai SD – SMP mengeluarkan kebijakan libur sendiri karena dibawah Pemerintah Kota. Sementara SMA tidak libur atau menunda jam masuk, jadi kebijakannya harus sama dan berlaku untuk semua”, tegas Sekda. (ed/adv)