Pemprov Harapkan Dukungan GAPKI Kalteng

Sekda Kalteng Fahriza Fitri saat menyampaikan sambutan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran ketika membuka acara GAPKI Kalteng Kamis (5/9).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mengharapkan dukungan dari organisasi dan pengurus GAPKI dalam pembangunan infrastrktur di Kalteng, khususnya jalan yang berada disekitar perusahaan dan jalan umum yang sebagian juga dipergunakan sebagai akses dari dan menuju areal perusahaan.

Disamping itu, ikut aktif menyelesaikan konflik-konflik lahan maupun konflik dengan pekerja, penyesuaian tempat usaha dengan RTRWP Kalteng, mentaati atau menyelesaikan perizinan agar sesuai dengan ketentuan maupun regulasi yang ada.  Kemudian mengevaluasi dan koordinasi dengan instansi terkait guna mendapatkan cara atau hak kewajiban yang layak di dalam suasana bekerja dan meningkatkan program CSR di usaha perkebunan.

Keenam point ini disampaikan oleh Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran melalui Sekda Provinsi Kalteng,  Fahrizal Fitri pada acara Pembukaan Regional Workshop Sawit Berkelanjutan, dengan Tema : Dialog Sosial untuk Pekerjaan Yang Layak di Perusahaan Kelapa Sawit, Hotel Aquarius, Kamis (5/9/2019).

Sekda mengatakan, dilaksanakannya dialog sosial ini dapat mengevaluasi dan koordinasi dengan instansi yang terkait guna mendapatkan kondisi lingkungan kerja perusahaan kelapa sawit yang layak dan iklim usaha yang kondusif sehingga suasana bekerja akan lebih baik dan menghasilkan produktivitas yang optimal.

Pada tanggal 1 Mei 2019 yang lalu kita baru saja memperingati dan memeriahkan May Day 2019 dan ini baru pertama kali kita rayakan di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, sebagai salah satu sarana yang diharapkan mampu menjalin dan menciptakan suasana hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan serta dapat menjadi wadah aspirasi bagi para pekerja untuk menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerjanya masing-masing, ucapnya.

Sementara Ketua Pengurus GAPKI Kalteng, Dwi Dharmawan mengatakan peran industri yang semakin besar, semakin besar juga tantangan dari  luar yang dihadapi baik dari dalam dan luar negeri, mulai dari regulasi yang kontra produktif, kampanye hitam mulai sektor hulu sampai hilir/pengelolaan industri.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Rencana Ibu Kota, Jokowi Nilai Kalteng Paling Siap

Namun demikian sampai saat ini industri kelapa sawit tetap eksis dan semakin besar harapan serta manfaat yang diharapkan. Konsekuensinya mau tidak mau industri sawit harus berkelanjutan dan lestari sehingga salah satu kegiatan untuk berkelanjutan terus maka dialog sosial ini dilaksanakan, yang berhubungan dengan pekerjaan yang layak di Perusahaan Kelapa Sawit. (ed/adv)