Pembunuh Anak Kandung Dijerat Pasal Berlapis

Tersangka Mardi saat memberikan keterangan kepada awak media saat press release di Mapolres Palangka Raya Minggu (1/8/2019).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com –  Mardi (37) terpaksa harus meringkuk di ruang tahanan Mapolres Palangka Raya. Pelaku pembunuh anak kandungnya berinisial EK (15) ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, meski mengaku menyesal melakukan perbuatan tersebut.

Ia tetap dijerat dengan pasal berlapis yakni Undang-Undang Perlindungan Anak tentang kekerasan terhadap anak, kemudian pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Awalnya tersangka tidak mengakui telah melukai korban, namun setelah diperiksa penyidik, tersangka akhirnya mengakui perbuatannya, walaupun ia tahu perbuatannya akan berakibat demikian.  Ini juga dikuatkan dengan keterangan saksi, pisau yang digunakan serta hasil visum dokter,”ungkap Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar kepada awak media Minggu (1/9/2019).

Menurut Kapolres, tersangka saat ini menyesali perbuatannya dan tidak menyangka akibat perbuatannya tersebut membuat anak kandungnya meninggal dunia. Sementara berdasarkan visum terhadap jasad korban, korban meninggal karena pendarahan yang diakibatkan senjata tajam merobek jantungnya.

Sementara itu sumber lainnya yang dihimpun menyebutkan, pelaku Mardi ini melakukan perbuatan tersebut karena emosi akibat pertengkaran antara korban dan adiknya. Parahnya lagi, peristiwa tragis tersebut awalnya sempat hendak ditutupi pelaku bersama istrinya. (as/hm)