KTE Sukses Sedot Perputaran Uang Capai Rp 19,9 Miliar

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri saat memberikan trophy dan piagam penghargaan kepada panitia saat menutup KTE 2019 Rabu (11/9/2019).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Pagelaran pameran Kalteng Trade Expo (KTE) 2019 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindistrian Provinsi Kalteng, resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri selaku mewakili Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Temanggung Tilung Palangka Raya,  Rabu (11/9/2019) malam.

Pameran produk ini terbilang sukses karena mampu menyedot perputaran uang transaksi mencapai Rp 19,9 miliar, atau naik sebesar 362 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan,  harus diakui bahwa dalam kontek perdagangan global yakni pengusaha eksportir belum berpartisipasi dalam KTE 2019 ini. Tentu hal itu menjadi tantangan tersendiri dimasa yang akan datang untuk melibatkan para eksportir Kalteng agar turut ambil bagian di KTE 2020.

“Karena kegiatan KTE ini khususnya di tahun 2019 menampilkan produk-produk unggulan Kalteng berorientasi ekspor. Tentu tidak kalah bersaing dan memiliki nilai guna yang tinggi dengan produk-produk dari provinsi lain,”kata Fahrizal Fitri saat menyampaikan sambutannya.

Pada kesempatan itu ia mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kepada seluruh peserta pameran KTE 2019, baik pengunjung mupun para peserta stand. Semoga ke depan akan lebih dapat menciptakan terobosan-terobosan  baru guna meningkatkan pengembangan perdagangan dan industri Kalteng.

Sementara, Kepala Dinas Dinas Perdagangan dan Perindistrian Provinsi Kalteng, Aster Bonawaty dalam laporannya mengungkapkan, nilai transaksi selama terselenggranya Kalteng Trade Expo 2019 naik dibanding tahun 2018 lalu yang hanya senilai Rp4,3 Miliar.

“Karena nilai transaksi di KTE tahun ini sebesar 362,80 persen atau senilai Rp19,9 Miliar. Disebabkan berpartisipasinya salah satu developer  PT Adhi Graha Property selama pameran berhasil menjual rumah T.36 dan T. 45 sebanyak 52 unit dengan omset sebesar Rp17,9 Miliar,  sedangkan stand lainya menyumbang kurang lebih Rp2 Miliar,” ungkapnya. (ed/adv)