Komoditas Cabai dan Bawang Jadi Perhatian TPID Kalteng

TPID Kalteng saat menggelar press release Selasa (3/9/2019).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Pada Agustus 2019, Kalimantan Tengah mengalami deflasi -0,29% (mtm), sedikit lebih dalam dari Juli 2019 yang  mengalami deflasi -0,25% (mtm).

“Komoditas yang perlu diperhatikan selama sebulan kedepan adalah cabai rawit, yang harganya masih belum turun, meskipun harga cabai lain mulai turun,” ungkap Sekretaris TPID Provinsi Kalteng, Setian didamping Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Kalteng, Lubis Rada Inin ketika menggelar press release di ruang rapat Asisten Setda Provinsi Kalteng, Senin (3/9/2019).

Setian mengatakan, selain cabai, komoditas bawang putih juga perlu pemantauan selama satu bulan kedepan, mengingat harganya mulai sedikit naik meskipun belum terlalu signifikan.

Dari sisi Tanaman Pangan,  Holtikultura dan Peternakan untuk kandang penyangga ayam ras telah dimasukkan 24.000 ekor bibit ayam ras yang siap panen sekitar bulan Oktober.

Setelah itu, akan segera dipersiapkan kembali untuk dipanen memenuhi kebutuhan musim natal dan tahun baru. Sedangkan, 1500 bibit cabai yang dibagikan pada bulan Juli lalu diprakirakan panen pada bulan Oktober.

“Dibidang perikanan kolam penyangga baru, diisi lagi dengan 5.000 bibit ikan patin dan 5000 bibit ikan nila yang kini tengah berada pada periode penggemukan. Namun belum ada jadwal panen  untuk 10.000 ikan ini, akibat pengaruh sulitnya air di musim kemarau. Namun, panen diprakirakan dilaksanakan dalam 2 bulan kedepan,”jelas Setian.

Komoditas ikan tangkap, tambahnya, seperti gabus dan baung, diprakirakan dapat dipanen dalam jumlah cukup banyak selama musim kemarau, mengingat karakteristik ikan yang lebih mudah ditangkap selama musim kemarau. (ed/adv)