Dua Residivis Narkoba Mura Diganjar 10 Tahun Penjara

Kajari Mura Robert P. Sitinjak dan Ketua PN Muara Teweh Cipto Hosari Parsaoran Nababan saat kompak poto bersama seusai menghadiri kegiatan pelantikan unsur pimpinan DPRD Mura Jumat (13/9/2019).

PURUK CAHU, KaltengEkspres.com  Kejaksaan Negeri (Kejari) Murung Raya (Mura) komitmen dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Mura. Bukti keseriusan ini dilakukan dengan menuntut para pelaku pengedar dan pemakai narkoba terutama jenis sabu dengan hukuman berat.

Terbukti saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Mura menuntut hukuman dua residivis kasus Narkotika bernama Supiani alias Supian dan Riyanto alias Rian masing-masing 10 tahun penjara dan denda Rp1 Miliar. Tuntutan JPU ini, disambut positif oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Muara Teweh dengan menjatuhkan vonis sesuai tuntutan JPU.

Kepala Kejaksaan Negeri Murung Raya Robert P. Sitinjak melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Liberty SM Purba  mengatakan, bahwa Hakim Pengadilan Negeri Muara Teweh dan Jaksa Kejari Mura sepakat menganjar hukuman terhadap dua residivis narkoba jenis sabu  bernama Supian warga Barito Utara dan terdakwa Rian warga Mura, masing-masing 10 tahun penjara ditambah membayar denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara serta membayar biaya perkara.

“Posisi kasus awalnya pada tanggal 1 Juni 2019, terdakwa Rian lebih dahulu ditangkap di sekitar Jalan Kolonel Untung Suropati sekitar simpang KPU oleh Polisi Polsek Murung dengan barang bukti (BB) Sabu-sabu seberat 4,8 gram,”ungkap Liberty dalam rilis yang disampaikan Jumat (13/9/2019).

Dari hasil penangkapan Rian, lanjut dia, kasus lalu dikembangkan Polres Murung Raya, kemudian berhasil meringkus temannya Supian yang tinggal di rumah kontrakan tak jauh dari kediaman terdakwa Rian.

“Lalu Supian ditangkap dan ditemukan sabu-sabu di rumah kontrakannya seberat 4,9 gram,”ujar Liberty.

Usai ditangkap, keduanya kemudian ditahan di Polsek Murung, lalu dituntut pidana oleh JPU Kejari Mura, masing-masing 10 tahun dengan denda Rp. 800 juta. Saat berlangsung sidang di PN Muara Teweh, Hakim dan Jaksa sama-sama menghukum keduanya 10 tahun penjara .

Baca Juga :  Camat Murung Harapkan Safari Syawal Dijadikan Momentum Saling Memaafkan

Bahkan, hukuman denda justru dinaikkan Hakim dari semula dituntut JPU sebesar 800 juta, menjadi Rp 1 Miliar. Vonis ini dijatuhkan saat digelarnya sidang yang dipimpin Hakim Cipto Hosari Parsaoran Nababan, selaku Ketua Pengadilan Negeri Muara Teweh.  (an/hm)