Dipicu Hasrat Birahi, Eka Prihatin Tewas Dibunuh Paman Sendiri

Pelaku saat diamankan di Mapolres Palangka Raya Minggu (22/9/2019) malam.

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Hanya membutuhkan waktu satu hari bagi anggota Polisi Resort (Polres) Palangka Raya dalam mengungkap kasus pembunuhan Eka Prihatin Ningsih (20), warga Sebangau Kuala Kabupaten Pulang Pisau, yang ditemukan tewas membusuk di parit Jalan Sanang Kelurahan Sabaru Kecamatan Sebangau Palangka Raya, Sabtu (21/9/2019) sore.

Ini seiring ditangkapnya pelaku pembunuhan tersebut bernama Suwito Widadno, Minggu (22/9/2019) malam. Pelaku yang merupakan paman korban sendiri ini nekat menghabisi nyawa keponakannya ditenggarai hasrat birahinya yang memuncak.

Lantaran saat ingin menyetubuhi korban, korban menolak dan berteriak. Sehingga membuat pelaku mencekik leher korban hingga tak bernyawa kemudian menyeret mayatnya dan membuangnya ke parit.

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, setelah melakukan penyelidikan mendalam oleh tim Unit Resmob Polres Palangka Raya dan Dit Intelkam Polda Kalteng selama kurang lebih 24 jam, akhirnya pelaku pembunuhan terhadap korban berhasil ditangkap di rumahnya, Minggu (22/9/2019) malam sekitar pukul 21.00 WIb. Pelaku pembunuhan tersebut bernama Suwito Widadno yang tak lain adalah paman korban sendiri.

“Kejadian penganiayaan disertai dengan pembunuhan ini terjadi pada Kamis (29/8/2019) lalu, saat korban Eka Prihatin Ningsih (20) dikabarkan menghilang dan tak kunjung pulang ke rumahnya selama beberapa hari,” ungkap Kapolres kepada awak media dalam rilisnya tadi malam.

Kapolres menjelaskan, bahwa kejadian pembunuhan ini bermula saat korban yang selama ini tinggal bersama pamannya di rumah yang terletak di Jalan Banteng XXIII Kelurahan Bukit Tunggal No.37B Kota Palangka Raya, mengajak pelaku untuk pergi memancing pada Kamis (29/8/2019) lalu sekitar pukul 15.00 WIB.

Pelaku bersama korban pun langsung menggunakan sepeda motor pergi menuju ke arah Banjarmasin yaitu di Jalan Sanang. Setelah sampai di lokasi, keduanya kemudian menuju ke semak-semak dengan menyusuri parit untuk mencari tempat memancing.

Baca Juga :  Oknum Pegawai BKD Kalteng Terjaring OTT Kejari Palangka Raya

“Ketika berada di lokasi tempat mancing daerah sepi, kurang lebih 500 meter pelaku timbul hasrat dan nafsu bejatnya untuk memperkosa korban. Saat itu pelaku mendekati dan berusaha untuk memeluk serta mencium korban dari depan. Namun korban melawan dan berteriak sehingga pelaku mencekik leher korban hingga meninggal dunia,” ujar Kapolres.

Seusai menghabisi nyawa korban, pelaku ketakutan kemudian melepas celana panjang korban serta celana dalamnya setelah itu menyeret dan membuang jasad korban ke dalam parit kemudian ditutupi.

“Kini pelaku mendekam di balik jeruji besi Mapolres Palangka Raya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Atas perbuatannya ini pelaku dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tandas Timbul. (am)