Begini Cara Sadis Suwito Menghabisi Nyawa Keponakannya Korban Dicekik Hingga Tewas, kemudian Jasad Dicium dan Disetubuhi

Suwito saat memperagakan cara ia menghabisi nyawa keponakannya menggunakan media boneka saat digelar rekontruksi di lokasi kejadian Senin (23/9/2019).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Jajaran Polisi Resort (Polres)  Palangka Raya dan Polsek Sebangau menggelar pra rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan Suwito Widadno (55) terhadap keponakannya sendiri bernama Eka Prihatin Ningsih (20) di Jalan Sanang Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya, Senin (23/9/2019) siang.

Dari rekontruksi yang memperagakan 23 adegan ini, terungkap fakta cara sadis pelaku menghabisi nyawa korban, yakni dimulai dari pelaku berangkat menggunakan sepeda motor ke lokasi bersama korban. Kemudian sesampainya di Jalan Sanang, sepeda motor ditinggal di tepi jalan, keduanya memilih berjalan kaki menuju lokasi tempat memancing yang berada di tempat kejadian perkara (TKP).

Ketika berada di TKP ini lah, muncul hasrat bejat pelaku untuk menyetubuhi korban. Sehingga dengan tiba-tiba ia langsung hendak memeluk korban dan menciumnya. Namun korban menolak dan meronta, yang akhirnya membuat pelaku dan korban jatuh bergulat di tanah, kemudian korban dicekik hingga tewas.

Setelah tewas ini, pelaku kemudian mencium jasad korban,  dan melepas celananya serta diduga menyetubuhinya. Usai melakukan aksi bejat ini, pelaku kemudian menyayat bagian kaki dan tangan korban menggunakan senjata tajam, setelah itu jasad diseret dan dibuang ke dalam parit.

“Pelaku saat itu tiba-tiba memeluk korban dan berusaha untuk menyetubuhi. Namun korban melakukan perlawanan sehingga langsung dicekik sampai meninggal dan dibuang ke dalam parit,” ungkap Kapolres AKBP Timbul RK Siregar kepada awak media, saat di lokasi rekontruksi Senin (23/9/2019).

Kapolres menjelaskan, bahwa setelah mengetahui korban meninggal akibat dicekik lehernya, pelaku juga sempat mencium dan memeluknya serta menyetubuhi.

“Dari hasil beberapa bukti di lapangan saat pra rekonstruksi kuat dugaan korban sempat di setubuhi dalam keadaan meninggal,” papar Timbul.

Baca Juga :  33 Teroris Diamankan Polda Kalteng Kelompok Uzla Pengikut ISIS

Awalnya, pelaku sempat tidak mengakui kalau memperkosa korban, namun dari hasil olah TKP diduga kuat sempat melakukan persetubuhan tersebut.

“Akibat ulahnya ini, pelaku kita dijerat pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tegas Timbul. (am)