Sebelum Tewas, Ruslan Terakhir Pergi Bersama Anak Buahnya

Anggota Polsek Kahut saat melakukan olah TKP di ,lokasi ditemukan jasad korban Sabtu (3/8/2019).

KUALA KURUN, KaltengEkspres.com – Polisi Sektor Kahayan Hulu Utara (Kahut) dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gunung Mas terus menyelidiki kasus temuan mayat Ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Gunung Mas M Ruslan Effendi, yang dikubur di pasir di tepi Sungai Banoi Desa Tumbang Pasangon Kecamatan Kahut Kabupaten Gumas.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menamukan sejumlah barang bukti, yakni potongan kayu balok gagang cangkup bercak darah, sendal korban, dan bercak darah di pasir.

Hasil temuan barbuk ini, diperkuat dengan ditemukannya tanda bekas kekerasan di kepala korban. Sehingga diduga korban dihabisi dengan cara dipukul menggunakan potongan kayu gagang cangkul tersebut.

Sejauh ini pihak kepolisian tidak berani memastikan bahwa korban tewas dibunuh. Lantaran masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab kematian korban.

Kapolsek Kahut Iptu Untung Basuki mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Yakni dengan memintai keterangan saksi, mengumpulkan alat bukti serta olah TKP di lokasi kejadian. Disamping itu melakukan visum terhadap jasad korban.

Ia menjelaskan, bahwa kronologis penemuan jasad korban ini berawal saat pihakya menerima laporan dari isteri korban, bernama Kristin Iban (26) pada Kamis (1/8/2019) malam, yang telah kehilangan suaminya diketahui terakhir pergi bersama anak buahnya mengambil pasir untuk pekerjaan toilet perusahaan PT KAP di lokasi sekitar tepi Sungai Banoi.

“Menerima laporan ini kami langsung melakukan pencarian di tempat galian yang biasa tempat korban bersama anak buahnya mengambil pasir,” ungkap Basuki kepada awak media Sabtu (3/8/2019) malam.

Saat berada di lokasi lanjut dia, pihaknya kemudian melakukan penyisiran dibantu karyawan Pt KAP dan menemukan bercak darah di tepi sungai. Petunjuk bercak darah ini kemudian diselidiki, dengan menggali gundukan pasir  di lokasi pengambilan pasir areal perkebuan sawit Divisi V PT KAP II.

Baca Juga :  Bendahara Desa Tewas Gantung Diri

Saat digali ini lah, ditemukan jasad korban sudah tak bernyawa di bawah timbunan pasir, pada Sabtu (3/8/2019). Kemudian tak jauh dari lokasi, ditemukan barang bukti berupa balok potongan gagang cangkul ada darahnya, dan karpet kecil berlumuran darah serta bercak darah yang ada di pasir.

“Berbekal petunjuk gundukan pasir tak wajar itu, kita gali dan ternyata jasad korban ada di situ tanpa busana. Selanjutnya, kita evakuasi ke RSUD Kuala Kurun,” ungkap kapolsek.

“Untuk mengungkap motif kematian korban ini, kita hanya menunggu hasil pemeriksaan forensik. Dan tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Gunung Mas yang masih bekerja mengungkap kasus itu,” ujarnya.

Sementara itu sumber lainanya yang dihimpun, korban ini sebelumnya merupakan rekanan dari PT Kahayan Agro Plantations (KAP) yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit di wilayah Kahut. Sebelum kejadian, korban awalnya pergi bersama anak buahnya ke lokasi setempat mengambil pasir untuk melakukan pengerjaan bangunan toilet, dan lainnya di PT KAP tersebut. Tak diketahui pasti sebabnya, saat pergi ke lokasi tersebut, korban tak kunjung pulang dan ditemukan sudah tak bernyawa di lokasi setempat. (jy/hm)