Pelatih Mundur, Paskibraka Katingan Terancam Tanpa Pelatih

Serka Suparto saat memberikan keterangan kepada awak media Kamis (8/8/2019).

KASONGAN, KaltengEkspres.com – Serka Suparto yang sudah puluhan tahun menjadi pelatih pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Katingan memilih mundur jadi pelatih.  Suparto memilih mundur lantaran waktu untuk melatih peserta paskibraka hanya menyisakan waktu tiga hari.

“Puncak Dirgahayu RI hanya menghitung hari saja, sementara pembukaan diklat paskibraka tingkat Kabupaten Katingan baru dilaksanakan Jum’at (9/8) malam,”ungkapnya kepada awak media Kamis (8/8/2019).

Menurut Suparto, keputusannya ini sebelumnya sudah dikonsultasi dengan pihak dinas terkait. Hal ini dia pilih karena tidak ingin mengambil resiko lantaran waktu tersisa hanya  tiga hari.

“ Yang jelas saya akan mundur dan yang lainnya akan mengikuti,”ujarnya.

Menurut Suparto untuk pelatih paskibraka ditingkat Kabupaten ini ada dari TNI sebanyak dua orang dengan patwal dua orang, dari Polri ada enam orang dan patwalnya dua, danpas satu, kordinator satu sehingga dengan rencana mundurnya dirinya maka yang lainnya berencana ikut mundur.

Hal ini disebabkan lanjut dia, lantaran ada beberapa faktor yakni jadwal pelaksana kegiatan itu yang dijawalkan berlangsung sepuluh hari namun pihak panitia khusunya Dispora Kabupaten Katingan tidak memperhitungkan bahkan mempertimbangkan jadwal dari segi libur Hari Raya maupun gladi sehingga tidak epektif untuk latihan hanya dalam waktu kurun tiga hari.

“Dari dasar itulah saya tidak berani mengambil resiko lantaran peserta  paski ini perlu ada kesamaan, kekompakan dalam gerak, bahkan peserta sendiri banyak yang belum tahu atau menguasai dasar dasar dari PBB, disitu kesulitan kita. Dengan waktu tiga hari cukup berat rasanya untuk melatih mereka, karena peserta dari anak anak SMA , bukan seperti TNI, Polri yang memang sudah jadi fisik maupun ketrampilannya,”tandasnya. (ejk)