Parah! Kebakaran Hutan TNTP Meluas Capai 239 Ha

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Kebakaran hutan di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah semakin meluas. Tercatat, titik api dari kebakaran hutan di kawasan setempat berada di dua lokasi, yaitu Resort Telaga Pulang SPTN Wil I di Pembuang Hulu dan SPTN Wilayah III Tanjung Harapan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) Balai TNTP, Eko Susanto mengatakan, upaya penanggulangan telah dilakukan terhadap kebakaran di kawasan tersebut, namun belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Hal ini dikarenakan minimnya sumber air, kemudian ditambah sulitnya medan, dan terbatasnya peralatan serta terbatasnya petugas di lapangan yang melakukan pemadaman.

“Dari hasil digitasi atas peta yang dilakukan GIS officer dinyatakan kurang lebih 239 hektare area TNTP terdampak kebakaran hutan, dengan mayoritas tutupan lahan semak belukar, luasan tersebut belum final. Sebab api masih membakar di dua area yang saat ini jadi konsentrasi munculnya titik api dan kebakaran hutan,” ungkap Eko kepada awak media Jumat (30/8/2019).

Ia menjelaskan, selama sepekan ini Balai TNTP telah melakukan upaya penanggulangan maksimal di lapangan, hanya karena usaha mandiri belum bisa berhasil.

“Karena itu maka kami akan meminta dukungan personel dan peralatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar dan Manggala Agni Daops Pangkalan Bun, serta tetap mengharapkan dukungan water bombing dari Satgas Karhutla Kotawaringin Barat,” ucap Eko.

Menurut Eko, kebakaran hutan yang terjadi pada 2015 juga turut andil dalam kebakaran tahun ini. Sisa-sisa tunggak, dahan, dan ranting pepohonan yang tumbang di atas gambut yang kering menjadi bahan bakar sempurna bagi api untuk menjalar. Bahkan penyebaran api begitu cepat karena api melahap alang-alang dan semak belukar yang tumbuh.

Baca Juga :  170 Anggota Polres Kobar Negatif Narkoba

Pada kesempatan ini ia mengimbau agar tidak beraktivitas yang dapat merugikan kawasan hutan, bersama seluruh lapisan masyarakat untuk saling mengingatkan agar tidak menggunakan api dalam aktivitas-aktivitas pembukaan lahan untuk ladang, kebun, dan pemukiman. (yus)