Kementerian P3A Dukung Pembentukan Desa Bebas Pornografi Anak

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Guna menyelematkan generasi muda dari bahaya kecanggihan teknologi, khususnya yang mengandung unsur pornografi melalui Internet, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat berkomitmen membentuk desa/kelurahan bebas pornografi anak.

Pembentukan ini mendapat dukungan penuh dari Plt. Asisten Deputi Perlindungan Anak Dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian PPPA Republik Indonesia Sumbono, saat membuka kegiatan workshop pembentukan desa bebas pornografi anak di Swiss Bellin Hotel Pangkalan Bun, Selasa (6/8/2019).

Sumbono mengatakan, saat ini kondisi pornografi anak sangat kritis, tidak ada daerah yang terbebas dari itu, karena berdasarkan survei dari Kominfo sebesar 65,34 persen anak di Indonesia ini memiliki smartphone. Bahkan bedasarkan data dari Bareskrim ada 435.944 anak mengunduh konten pornografi.

“Anak-anak tersebut sudah terpapar bahaya pornografi, karena itu tugas kita membentuk desa bebas pornografi anak, agar generasi remaja Kobar ini bisa terbebas dari bahaya pornografi,”ungkapnya.

Menurutnya, terbentuknya desa /Kelurahan bebas pornografi anak patut didukung, karena ini sebagai bentuk komitmen untuk pencegahan pornografi anak, mulai dari perangkat desa dan seluruh kompenen masyarakat, dengan harapan kedepannya orangtua itu terlibat dalam mengawasi anak dalam menggunakan smartphone, sehingga anak tidak mengunduh hal-hal negatif diinternet.

Sementara  itu Asisten I Setda Kobar Agus Yuwono mengatakan, Pemkab kobar sangat mendukung dan mengapresiasi dengan adanya kegiatan workshop pembentukan desa bebas pornografi anak.  Hal itu sejalan dengan program Pemkab kobar dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak yang ada di wilayah Kabupaten Kobar.

“Kegiatan Ini diharapkan bisa membangkitkan semangat para aparat desa /kelurahan untuk mencegah maraknya konten konten pornografi anak ditengah kemajuan teknologi saat ini, setelah kegiatan ini di harapkan segera di sosialisasikan kepada masyarakat, agar masyarakat khususnya orangtua mendampingi putra-putri mereka pada saat membuka Internet,”ucap Agus Yuwono. (yus)