Kasus Perceraian di Mura Meningkat

PURUK CAHU, KaltengEkspres.com Р Sejak Januari-Agustus 2019, Pengadilan Agama (PA) Muara Teweh sudah menangani 30 perkara perceraian di Kabupaten Murung Raya (Mura). Dari sejumlah kasus tersebut, terinci perkara cerai gugat sebanyak  23 perkara sedangkan untuk cerai talak ada 7 perkara. Sehingga angka tersebut cukup tinggi pada tahun 2019 ini dibanding pada tahun 2018 lalu.

“Untuk 2018 total keseluruhan ada 50 gugatan perkara perceraian sedangkan untuk tahun 2019 ini mulai dari awal tahun 2019 hingga pertengahan tahun ini kita sudah tangani 30 perkara,” ungkap Panitera PA Asmuni kepada Kalteng Ekspres.com Kamis (8/8/2019).

Asmuni menjelaskan, faktor terjadinya perceraian tersebut beragam, mulai dari masalah ekonomi, perselingkuhan hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Adanya perselisihan ini menjadi pemicu utama bagi pasangan suami istri dalam pengajuan gugatan cerai.

“Kalau untuk kasus perceraian sendiri faktornya beragam yang pastinya bermacam-macam sehingga jatuh kedalam perceraian,”ujarnya.

Terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Mura  Rejikinoor mengatakan, mulai meningkatnya angka kasus perceraian di Mura ini perlu menjadi perhatian serius oleh dinas terkait. Sehingga bisa dilakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi ditengah masyarakat. (iy/hm)