Hantam Pikap, Pelajar Berusia 15 Tahun Tewas

Dua kendaraan terlibat lakalantas saat berada di lokasi kejadian. Sementara korban telah dievakuasi petugas terkait.

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) merenggut korban jiwa kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sebuah sepeda motor Honda Supra X yang dikendarai dua orang pelajar bernama Jupri (15) berboncengan dengan Jodi (15) menabrak mobil pikap Daihatsu Nopol DA 8216 CF yang dikemudikan Juhansyah, di ruas Jalan Tjilik Riwut KM 88 tepatnya di depan Masjid Alhadi Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotim, Kamis (8/8/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Akibat kejadian ini, pengendara motor Jodi tewas di lokasi kejadian, karena mengalami luka berat dibagian kepala dan badan. Sementara Jupri mengalami luka berat sehingga harus dilarikan ke RSUD Murjani Sampit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sapri salah seorang warga setempat, mengakui, adanya kejadian tersebut. Menurut dia, kecelakaan ini bermula saat mobil pikap yang dikemudikan Juhansyah melaju dari arah Sampit menuju Palangka Raya. Saat berada di lokasi kejadian mobil ini tiba-tiba berhenti dibahu jalan sebelah kiri.

Saat bersamaan datang pengendara sepeda motor yang dikendarai Jupri berboncengan dengan Jodi, yang melaju dari arah Palangka Raya menuju Sampit. Sepeda motor ini saat melintasi ruas jalan tikungan oleng sehingga langsung menabrak depan pikap sebelah kiri dan kedua pengendara jatuh terpental sejauh tiga meter.

“Akibat kejadian ini, penumpang sepeda motor bernama Jodi langsung tewas di lokasi karena mengalami luka berat. Sementara pengendara didepan Jupri luka kritis, saat itu langsung dievakuasi warga dan petugas kepolisian,”ungkapnya kepada Kalteng Ekspres.com Kamis (8/8/2019) malam.

Terpisah Kapolsek Cempaga Hulu Iptu Rahmad Tua ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini kata dia, kedua korban sudah dievakuasi dari lokasi kejadian. Untuk yang me ninggal dunia, telah dibawa ke rumah duka, sementara yang mengalami luka kritis dilarikan ke rumah sakit. (ar/hm)