Dua Penjambret di Komplek Pepabri Diringkus Polisi

SAMPIT, KaltengEkspres.com Hanya butuh waktu sehari bagi jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kotawaringin Timur (Kotim), dalam mengungkap kasus penjambretan yang terjadi di Jalan Minun Dehen Komplek Pepabri Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang terjadi Rabu (7/8/2019). Ini seiring dengan ditangkapnya dua orang pelaku bernama Dedi Hermawan alias Wawan (26) dan Rapiyanur (23) pada hari itu juga.

Wakapolres Kotim Kompol Endro Aribowo mengatakan, penangkapan terhadap dua warga Jalan Muchran Ali Kelurahan Baamang Hulu ini berawal saat anggota Satreskrim Polres Kotim menerima laporan warga terkait adanya aksi penjambretan di daerah setempat.

Mengetahui informasi ini, anggota langsung mendatangi lokasi dan menemukan satu orang pelaku Rapiyanur yang telah diamankan warga.  Setelah itu kasus dikembangkan, dengan melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang melarikandiri bernama Dedi Hermawan. Hanya butuh beberapa jam, pelaku ini berhasil diringkus anggota.

“Dari tangan kedua pelaku ini, anggota mengamankan barang bukti berupa tas kecil, 2 unit telepon seluler (ponsel)  dan uang senilai Rp 279 ribu,”ungkap Endro kepada awak media saat menggelar press release di Mapolres Kotim Kamis (8/8/2019).

Ia menjelaskan, aksi penjambretan tersebut terjadi saat korban melintas di Jalan Pelita dengan membonceng dua orang anaknya. Saat itu, pelaku sudah mengincar, dan membuntuti hingga korban masuk ke Jalan Minun Dehen.

Setelah itu kedua pelaku langsung beraksi dengan mengambil dompet korban yang ditaruh di dasboart motor sebelah kiri. Mengalami kejadian ini, korban langsung mengejar sambil berteriak minta tolong.

Ketika sampai di pertigaan Kompleks Pepabri, motor pelaku langsung ditabrak oleh korban hingga jatuh. Saat itu warga mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku Rapiyanur. Sementara satu pelaku Dedi sempat melarikandiri, sebelum akhirnya berhasil tertangkap.

Baca Juga :  Banyak Tak Masuk Data, PSK Pal 12 Merasa Dirugikan

“Atas perbuatannya ini, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,”tandasnya. (ar/hm)