DPPA Kalteng Dorong Pembinaan Keluarga Harmonis

PALANGKA RAYA,  KaltengEkspres.com – Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi di tiap daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng), selalu muncul, manakala masyarakat kurang memahami tentang bagaimana membina keluarga sejahtera dan harmonis.

Karena itu, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan  dan Anak (DPPA) Kalteng, Ryan Tangkudung mendorong dilakukannya pembinaan keluarga harmonis di kalangan masyarakat.

Hal ini diungkapkannya, pada kegiatan  pelatihan Pengaruh Utama Gender (PUG) Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Pemenuhan Hak Anak (PUHA) bagi anggota Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) se Kalteng tahun 2019 Ryan kepada RRI, Selasa (09/7/2019) di Hotel Bahalap.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman terkait pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak.  Sebagai langkah kongkrit kordinasi dalam rangka mencari solusi mengatasi kasus kekerasan pada perempuan dan anak, apalagi pemerintah pusat sudah mencanangkan Tri Ends diantaranya :  akhiri kekerasan pada perempuan, perdagangan pada anak dan kesenjangan ekonomi pada perempuan.

“Untuk itu,  kami mengundang perwakilan di tiap daerah terutama pengurus PUSPA menjadi pelopor berkurangnya tindak kekerasan di tengah masyarakat,”ujarnya.

Ia menyebut kekerasan bisa menimpa kepada siapapun, apalagi di tengah kemajuan zaman sekarang ini, bisa saja terjadi pada keluarga terdekat, sehingga diperlukan satu persepsi yang sama dari instansi pemerintahan dan komunitas yang bergerak di bidang sosial, dan pegiat kemanusian masyarakat, tentang bagaimana mencegah kekerasan anak dan perempuan sejak dini, karena mencegah lebih baik daripada menangani.

Sementara itu, narasumber dari Kementerian Pemberdayaan dan Perempuan RI, Imiyarti mengajak semua pengurus komunitas sosial, berani menyuarakan kebenaran dan ketidakadilan yang menimpa anak dan perempuan, tebarkan kebaikan pada siapapun yang dijumpai, salah satunya dengan mendengarkan setiap keluhan korban kekerasan, selanjutnya memberikan motivasi kepada korban kasus kekerasan, serta memberikan pengaruh positif, agar ke depannya menjadi lebih baik.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Gelar Apel Halal Bihalal

Selain pemerintah, semua elemen masyarakat memiliki peran mencegah terjadinya kasus kekerasan pada anak dan perempuan. Mengingat akhir-akhir ini muncul kasus di luar akal sehat manusia, diantaranya orang yang menikah sedarah, dan kasus pencabulan terhadap anak, tak pelak membuat keprihatinan mendalam.

“Jadi tuugas kita bersama dalam mengawasi setiap tindakan kejahatan yang bersentuhan dengan masyarakat, lakukan pendekatan, guna mencari solusi terbaik terhadap masalah yang dihadapi, baik anak dan perempuan,”bebernya. (ed/adv)