Home / Kotim

Sabtu, 6 Juli 2019 - 16:45 WIB

Diduga Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Mati Mengapung

IST- Warga saat mengumpulkan ikan yang mati di sungai Jumat (6/7/2019).

IST- Warga saat mengumpulkan ikan yang mati di sungai Jumat (6/7/2019).

SAMPIT, KaltengEkspres.com  – Warga yang tingal disekitar perairan Sungai Sampit tepatnya  di Desa Pondok Damar Kecamatan Mentaya Hilir Utara Kabupaten Kotim, dihebohkan dengan penemuan ribuan ikan mengapung di sungai setempat.

Pasalnya, sudah empat hari ini ribuan ikan tiba-tiba mati mengapung tanpa sebab. Diduga, penyebab kematian ikan ini karena air sungai tercemar limbah.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang warga setempat Suriani. Menurutnya, kejadian matinya ribuan ikan tersebut membuat pihaknya sempat keheranan. Lantaran tanpa tahu sebabnya, tiba-tiba mati mengapung.

“Padahal saat ini tidak ada aktivitas orang menyetrum ikan atau menggunakan putas. Tiba-tiba langsung mati begitu saja. Kita curiga ini disebabkan air sungai tercemar. Hanya kita tak berani memastikannya,”ungkapnya kepada Kalteng Ekspres.com Sabtu (6/7/2019).

Baca Juga :  Buruh Pelabuhan Korban Laka Kerja Ditimpa Crane Dimakamkan

Ia menjelaskan, semenjak kejadian tersebut air sungai mulai berbau limbah sawit. Sehingga mengakibatkan warga setempat, mulai tak berani beraktivitas seperti mengambil airnya untuk memasak. Disamping itu mandi menggunakan air di sungai setempat. Kendati demikian, masih ada sebagian warga yang nekat.

“Kita berharap kejadian ini bisa diselidiki petugas terkait dari pemerintah daerah, agar kami bisa merasa tenang beraktivitas menggunakan air sungai seperti biasanya,”ujarnya.

Baca Juga :  Ini Dampak Ekonomi Dirasakan Warga Ketika Program TMMD Tuntas

Terpisah Kades Pondok Damar Dimas ketika dimintai keterangan, mengakui adanya kejadian tersebut. Menurut dia, peristiwa tersebut sudah terjadi sejak empat hari terakhir. Ikan tersebut kata dia, sebagian diambil warga, sebagian dibiarkan begitu saja.

“Kita menduga ada kolam PKS yang jebol, karena berdekatan sungai ada kolam PKS milik salah satu perusahaan. Kalau itu benar terjadi, maka kemungkinan itu penyebab ikan bisa mati, namun kita tetap berharap agar pemda bisa menyelidikinya,”ungkapnya via telpon seluler (ponsel) Sabtu (6/7/2019). (ar/hm)

Share :

Baca Juga

Kotim

Nekat Curi Kotak Amal dan Kipas Angin Masjid, Remaja Kotim Diringkus Polisi

Kotim

Avanza Bermuatan Sembilan Penumpang Terguling di Tikungan Hingga Rengsek

Kotim

Tragis…Minum Roundup, Buruh Sawit Tewas Meregang Nyawa

Kotim

PT BSP Diduga Garap Lahan Luar HGU

Kotim

Duhh!! Terperangkap Jaring, Beredar Isu Anak Buaya Dipotong dan Disate Warga

Kotim

Bupati Kotim Berterimakasih Desa Terisolasi Dibangun TMMD 

Kotim

Ditabrak Lari Truk CPO, Pengendara Motor Patah Kaki

Kotim

Waduh, Tanah Makam di Sampit Dijual untuk Tanah Uruk