Jadi Peserta JKN-KIS, Pedagang Bakso Keliling Merasa Terlindungi Kesehatan Keluarganya

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Demi menjamin perlindungan kesehatan keluarganya, seorang pedagang bakso keliling bernama Sunari (48), memilih menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bersama anggota keluarganya.

Padahal, pedagang ini hanya berstatus Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), namun ia tak mengabaikan perlindungan kesehatan bagi dirinya dan anggota keluarganya. Dari kepesertaan program JKN-KIS itu, ia beserta keluarganya sudah merasakan manfaat dari program tersebut.

Itu terjadi saat anak bungsunya menderita Demam Typhoid sehingga mengharuskan dirawat di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Palangka Raya. Demam Typhoid sendiri terjadi akibat infeksi bakteri dengan gejala umum yang sering ditemui adalah demam tinggi, badan mengigil, denyut jantung lemah dan badan lemas. Ketika ditemui Rabu (27/03), Sunari menceritakan kronologi kejadian yang dialami anaknya saat itu.

“Saat itu sebelum kerumah sakit, anak saya sudah mengalami demam. Saya dan istri tidak langsung membawanya berobat karena mau nunggu dulu, siapa tahu dua atau tiga hari demamnya turun,” katanya.

Tapi setelah tiga hari, lanjut dia, ternyata demamnya tak turun juga, malah anaknya sampai kejang. Karena takut kenapa-kenapa, jadi saat itu langsung membawa anaknya tersebut ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.

“Ternyata setelah diperiksa oleh petugas IGD rumah sakit, anak saya harus dirawat inap karena demamnya sangat tinggi,” ungkap Sunari.

Karena secara tiba-tiba anaknya harus dirawat inap di rumah sakit akibat demam tinggi yang menyebabkannya kejang, Sunari pun tidak sempat mencari dan mempersiapkan biaya untuk pengobatan anaknya tersebut.

Beruntung saat itu ia dan keluarganya telah menjadi peserta JKN-KIS yang saat itu telah dibawanya. Ia berharap banyak kartu tersebut dapat membantu biaya pengobatan anaknya yang sedang dirawat inap di rumah sakit.

Baca Juga :  Nihil Laka Kerja, PT SLK Boyong Penghargaan K3

“Pas saya di rumah sakit, saya tidak sempat membawa uang untuk biaya pengobatan anak saya itu. Soalnya kami pikir demamnya akan turun, jadi tidak menduga sampai kejang dan harus dirawat inap seperti itu. Untungnya kami sekeluarga sudah punya KIS,” paparnya.

Jadi saat di rumah sakit, tambah dia, dirinya sangat bergantung dengan KIS yang dibawa untuk biaya perawatan anaknya. Ternyata benar sesuai harapan, biaya pengobatan anaknya semua ditanggung dan dijamin oleh program JKN-KIS tanpa ada biaya tambahan yang harus dibayar sendiri kerumah sakit. (as/hm)